Bersama Kemenbud, Kemenag Gelar Santri Film Festival 2025

Kemenag bekerja sama dengan Kemenbud akan menggelar Santri Film Festival (SANFFEST) 2025.

Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menyelenggarakan Santri Film Festival (SANFFEST) 2025. Ajang sinema pesantren berskala nasional ini mengusung tema “Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya.”

Semarak.co – Festival ini menjadi wadah santri menyalurkan kreativitas, serta menghadirkan perspektif keislaman dan kebangsaan melalui karya film pendek. SANFFEST 2025 menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang kebudayaan yang hidup dan dinamis.

Bacaan Lainnya

“Gerakan sinema santri ini adalah bagian dari kebangkitan kebudayaan berbasis nilai Islam. Kami ingin memastikan pesantren turut menjadi pelaku aktif dalam ekosistem perfilman nasional,” ujar Festival Director SANFFEST 2025 Fadhli Sapawie, dirilis humas Kemenag usai acara melalui link resmi kemenag.go.id di WAGroup Jurnalis Kemenag, Kamis malam (30/10/2025).

Kolaborasi ini menegaskan komitmen pemerintah memperkuat sinergi antara pendidikan keagamaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Kemenag melalui Direktorat Pesantren berperan dalam fasilitasi jejaring pesantren di seluruh Indonesia serta mendorong munculnya sineas muda dari kalangan santri.

Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, Santri Film Festival merupakan bukti bahwa pesantren kini semakin terbuka terhadap dunia kreatif tanpa kehilangan ruh spiritualitas dan tradisi kakehasannya.

“Film adalah medium dakwah kultural yang sangat efektif di era digital. Melalui SANFFEST, para santri belajar mengemas nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan pesan kemanusiaan universal dalam bahasa visual yang dapat diterima oleh masyarakat luas,” ujar Basnang.

SANFFEST 2025 dimulai dengan Ta’aruf Film yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Habiburrahman El Shirazy, Deddy Mizwar, Asma Nadia, dan Ustadz Erick Yusuf. Mereka akan memberikan pembekalan seputar nilai-nilai syariat dalam seni perfilman serta praktik produksi film berbasis nilai dan kearifan lokal.

SANFFEST 2025 juga membuka ruang bagi para santri untuk mengikuti workshop daring nasional dari 25 Oktober hingga 9 November 2025. Workshop ini meliputi pelatihan penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, hingga penyuntingan gambar dan tata suara.

Film hasil produksi para peserta akan dikurasi oleh tim profesional yang terdiri dari sineas, akademisi pesantren, dan praktisi budaya. “Pendaftaran Film dimulai pada 10 November 2025 sampai 29 November 2025 melalui https://sanffest.com,” terang Basnang Said.

“Puncak Awarding Night SANFFEST 2025 digelar pada 14 Desember 2025, sebagai malam penghargaan bagi karya-karya terbaik sekaligus ajang jejaring nasional bagi komunitas perfilman santri,” sambungnya. (hms/smr)

Pos terkait