Belajarlah di Rumah dan di Masjid

Oleh Anggota MPUII bidang Pendidikan

semarak.co-Sudah 3 semester lebih Sekolah dan Kampus tutup. Sebagian pesantren mungkin sudah buka kembali. Waspadai defisit kompetensi meningkat. Pada saat masjid makin sepi, maka defisit spiritual pun akan meningkat.

Saat ekonomi anjlok, pengangguran meningkat, maka secara umum imunitas masyarakat menurun seiring tekanan psikologis yang makin berat. Selama pesantren dan sekolah masih tutup, benteng terakhir umat Islam tinggal dua, keluarga dan masjid.

Umat perlu segera bertindak untuk menghentikan proses defisiensi kompetensi, moral dan psikologis ini. Segera ambil langkah berikut untuk meningkatkan imunitas nasional:

  1. Perkuat masjid. Jangan biarkan masjid ditutup berlama-lama. Justru harus semakin dimakmurkan terutama bagi anak-anak, remaja dan pemuda. Jadikan masjid sebagai ruang ekspresi fisik, mental dan intelektual bagi generasi muda ini.

Sediakan akses internet yang aman. Sediakan sudut-sudut baca yang nyaman dengan koleksi buku yang menarik. Libatkan mahasiswa muslim sebagai mentor. Hidupkan kegiatan kepanduan, olah raga, dan kegiatan luar ruang lainnya.

Berikan sesi-sesi parenting bagi keluarga2 muda. Masjid juga bisa menyediakan menu tambahan sehat bagi generasi muda: susu, bubur kacang ijo, dan buah2an tropis seperti pisang, dan pepaya atau labu2an yg tersedia melimpah.

  1. Jadikan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman bagi anak2. Ubah ruang keluarga, garasi mobil atau teras rumah sebagai ruang baca, menulis, dan diskusi keluarga. Sediakan papan tulis dengan kapur atau white board dengan spidol. Tidak perlu kurikulum yang ketat dan seragam. Belajar yg disukai dan dibutuhkan anak2.

Anak-anak usia SD jangan terlalu banyak menggunakan gadget. Harus lebih memberi kegiatan fisik di luar ruang seperti menjelajahi lingkungan di sekitar rumah, atau kecamatan. Berjalan kaki atau bersepeda.

Belajar itu sederhana: mengalami atau praktek, membaca, berbicara dan menuliskan kembali pengalaman dalam tulisan atau gambar. Topiknya bisa tematik. Satu kelompok belajar tidak perlu satu usia. Bisa multi-age. Kakak membantu adik belajar. Kalau perlu mendatangkan guru atau mentor bisa dilakukan di rumah atau bersama keluarga lain di masjid terdekat dari rumah.

Ayo segera laksanakan.

Jangan tunggu lagi petunjuk teknis yang terlalu detil. Cegah generasi muda tenggelam dalam gadget dan online games. Setiap keluarga dan masjid bisa berbeda-beda cara belajarnya. Jika ada kesulitan, bisa minta bantuan ke masjid terdekat atau kontak anggota MPUII terdekat.

Bandung 24/7/2021

 

sumber: WAGroup Sertifikat Seminar (post Sabtu 24/7/2021/masturthoyib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here