Bekingi Kelompok-Kelompok Bersenjata, Cara Licik Israel untuk Hantam Hamas

Dengan segala cara agar kelompok pejuang Hamas enyah dari wilayah Gaza dan terusir dari tanah Palestina, Zionis Israel selalu membekingi kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan perlawanan Anti-Hamas di berbagai penjuru.

Semarak.co – Pimpinan geng bersenjata anti-Hamas, Yasser Abu Shahab, tewas di Jalur Gaza saat menengahi pertikaian keluarga. Yasser Abu Shahab merupakan pemimpin kelompok bersenjata Popular Forces (Pasukan Rakyat Gaza), yang berbasis di Rafah yang dikuasai Israel di wilayah Gaza selatan.

Kelompok yang disebut-sebut pengkhianat oleh rakyat Palestina ini secara terang-terangan menentang keberadaan kelompok pejuang Hamas sebagai otoritas yang berkuasa di Palestina. Dan mereka menyatakan diri sebagai “Kelompok Nasionalis”.

Israel pun menggunakan cara-cara licik untuk membekingi kelompok bersenjata anti-Hamas seperti geng Abu Shahab ini. Seperti dilansir cnnindonesia.com atas laporan the associated press pada 8/12-2025, menyatakan PM Netanyahu secara terus terang memang mendukung kelompok perlawanan ini.

“Israel mendukung kelompok bersenjata  di Gaza dalam apa yang disebutnya sebagai langkah untuk melawan Hamas. Namun, para pejabat PBB dan organisasi bantuan mengatakan militer membiarkan menjarah makanan dan pasokan lainnya dari truk-truk,” demikian AP menuliskan Juni lalu saat kelompok ini menjarah banyak bantuan yang masuk ke Jalur Gaza.

Kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dalam sebuah video media sosial bahwa Israel telah “mengaktifkan” klan-klan di Gaza untuk melawan Hamas.

Ia tidak menjelaskan bagaimana Israel mendukung mereka atau peran apa yang Israel inginkan dari mereka. Komentar Netanyahu merupakan tanggapan atas tuduhan lawan politiknya yang mempersenjatai “keluarga kriminal” di Gaza.

Namun, salah satu cara yang dibangun oleh Israel adalah dengan mendekati klan atau suku, dan keluarga besar memiliki pengaruh yang kuat di Gaza. Dari sini, para pemimpin mereka sering membantu memediasi perselisihan.

Beberapa kelompok bersenjata telah lama dalam melindungi kepentingan kelompok-kelompok mereka, dan beberapa telah berubah menjadi geng yang terlibat dalam penyelundupan narkoba atau menjalankan bisnis pemerasan.

Setelah merebut kekuasaan (pemerintahan Palestina) pada tahun 2007, Hamas telah menindak tegas geng-geng Gaza, terkadang dengan kekerasan dan kadang-kadang dengan memberikan keuntungan bagi mereka.

Namun, dengan melemahnya sel-sel kekuatan pejuang militan Hamas setelah 20 bulan berperang dengan keras dengan Zionis Israel, geng-geng kembali bebas beraksi lantaran bala bantuan Israel yang selalu menyokong di belakang.

Salah satu aksi yang mereka jalankan adalah menjarah bantuan yang masuk ke Gaza. Kantor media kelompok Abu Shabab mengatakan kepada AP bahwa mereka bekerja sama dengan Global Health Fundd (GHF) “memastikan makanan dan obat-obatan sampai ke penerima.”

Mereka menyatakan tidak terlibat dan mengaku tidak terkait dalam distribusi, tetapi para pejuangnya mengamankan area di sekitar pusat distribusi yang dikelola GHF di dalam zona yang dikuasai militer di wilayah Rafah.

Jubir Gang mengatakan pihaknya “tidak bekerja sama” dengan Abu Shabab. “Kami memang memiliki pekerja Palestina lokal yang sangat kami banggakan, tetapi tidak bersenjata, dan mereka tidak tergabung dalam organisasi Abu Shabab,” kata juru bicara dengan syarat anonim sesuai dengan aturan kelompok tersebut.

Sosok pemimpin ini, Yasser Abu Shabab, dikenal banyak terlibat dalam penyelundupan rokok dan narkoba dari Mesir dan Israel ke Gaza melalui penyeberangan dan terowongan, menurut dua anggota keluarga besarnya, salah satunya pernah menjadi bagian dari kelompoknya.

Kelompok Hamas pernah menangkap Abu Shabab tetapi membebaskannya dari penjara bersama sebagian besar narapidana lainnya ketika perang berkepanjangan Palestina-Israel dimulai pada bulan Oktober 2023. (net/cni/tap/kim/smr)

Pos terkait