BAZNAS Terjunkan Tim Kesehatan, Menko PMK Pimpin Tim Delegasi Bantuan Korban Gempa di Myanmar

Ketua BAZNAS Prof. KH. Noor Achmad (paling kanan) menerangkan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono terkait bantuan yang akan dikirim ke Myanmar untuk bantuan korban gempa. Tampak hadir Ketua PMI HM Jusuf Kalla yang mantan Wapres ke 10 dan ke 12 dan juga Menko PMK Pratikno di Halim Perdanakusumah Jakarta Timur. Foto: humas PMK

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengirimkan tim tenaga kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang dipimpin langsung Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan untuk memberi bantuan medis korban gempa bumi di Myanmar.

Semarak.co-Tim kesehatan dari RSB diberangkatkan dari Pangkalan udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2025), setelah dilepas secara resmi Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono.

Bacaan Lainnya

Ketua BAZNAS Prof. KH. Noor Achmad menegaskan pentingnya peran tim kesehatan dari RSB dalam membantu korban gempa di Myanmar. BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus berupaya menyalurkan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Khususnya saat ini bagi para korban gempa di Myanmar. Dan ini adalah tim tangguh milik BAZNAS, yang akan membantu untuk gempa Myanmar,” ujar Prof KH Noor dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Kamis sore (3/4/2025).

Sebelum diberangkatkan, lanjut Prof KH Noor, seluruh personel mendapatkan vaksinasi tetanus sebagai langkah pencegahan terhadap risiko penyakit di daerah terdampak. Selain itu, tim juga dibekali dengan obat-obatan dan perlengkapan medis untuk mendukung pelayanan di lokasi bencana.

Tim kesehatan ini terdiri dari lima personel, termasuk dokter, perawat, dan tenaga kesehatan terlatih dalam menangani kondisi darurat. Mereka akan bekerja sama dengan tim kemanusiaan lainnya guna memastikan bantuan medis tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Gempa bumi yang melanda di Myanmar mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan mengalami luka-luka.Kondisi ini membuat kehadiran tenaga medis sangat dibutuhkan untuk memberikan pertolongan kepada para korban.

Selain layanan medis, kata Prof KH Noor, Tim Kesehatan BAZNAS juga membawa bantuan berupa obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta bahan pokok untuk para penyintas yang diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Tidak hanya tenaga kesehatan yang diterjunkan, terang Prof KH Noor, BAZNAS RI juga mengirimkan berbagai bentuk bantuan, termasuk 100 unit genset, 50 tenda, 1.000 paket kebersihan, 5.000 selimut, 10.000 sarung, 5.000 paket kebutuhan wanita, 5.000 paket kebutuhan anak-anak.

Serta sejumlah paket obat-obatan, dengan total nilai bantuan mencapai Rp2,5 miliar. “Pengiriman Tim Kesehatan BAZNAS menegaskan peranan penting lembaga zakat, seperti BAZNAS dalam merespon kondisi darurat, baik di dalam maupun luar negeri,” imbuhnya.

Termasuk bagi warga Myanmar yang tengah menghadapi masa sulit. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Myanmar. Ini adalah bagian dari amanah yang harus kita jalankan,” katanya.

Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah mengirimkan tim kemanusiaan yang tergabung dalam Tim Aju Satgas Bantuan Kemanusiaan (Bannusia) sebanyak 1 orang, dan Tim Urban Search and Rescue (USAR) sebanyak 5 orang untuk membantu korban gempa bumi di Myanmar.

Di bagian lain dirilis humas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebelumnya, Menko PMK Pratikno memimpin pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Myanmar di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2025).

Pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN serta bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam upaya penanggulangan bencana di kawasan Asia Tenggara.

“Saya bersama Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait sebentar lagi akan berangkat ke Myanmar, menuju kota Naypyidaw, dan dijadwalkan tiba petang nanti. Setelah itu, kami akan terbang menuju Yangon,” ujar Menko PMK.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Sagaing – Mandalay, Myanmar, Jumat (28/3/2025). Guncangan dirasakan hingga India, Bangladesh, Thailand, dan China, dan diikuti gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo.

Bencana ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, menewaskan sejumlah orang, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Menko PMK Pratikno menjelaskan, pengiriman bantuan ini telah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam Rapat Tingkat Menteri, Minggu (30/3/2025).

Hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan strategis mengenai mekanisme bantuan, termasuk pengiriman Tim Urban Search and Rescue (USAR), Emergency Medical Team (EMT), serta bantuan logistik yang akan mendukung upaya tanggap darurat di Myanmar.

“Bantuan yang kami kirimkan hari ini merupakan tahap ketiga. Tahap pertama telah diberangkatkan hari Senin lalu, diikuti tahap kedua pada hari Selasa dengan dua kloter. Hari ini, pada tahap ketiga, kami mengirim dua pesawat: satu pesawat untuk penumpang dan satu pesawat untuk kargo,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim pendahulu telah diberangkatkan pada 31 Maret 2025 untuk asesmen awal, yang kemudian disusul pengiriman tim USAR dan TNI berjumlah 73 personel pada tanggal 1 April 2025 untuk operasi penyelamatan.

Menko PMK Pratikno mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pengiriman bantuan ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, serta jajaran TNI/Polri yang turut mendukung kelancaran proses ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama. Kolaborasi ini memungkinkan kita memberikan bantuan dengan cepat kepada saudara-saudara kita di Myanmar,” ujar Menko PMK Pratikno dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media PMK, Kamis (3/4/2025). (smr)

Pos terkait