Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan 24 ribu liter air bersih kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara.
Semarak.co – Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak dalam situasi pascabencana. Banjir dan longsor kerap merusak sumber air warga, mencemari sumur dan saluran air dengan lumpur, limbah, serta bakteri berbahaya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Dalam kondisi darurat, akses terhadap air bersih sering terputus, padahal air adalah kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup para penyintas,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu (24/12/2025).
Penyaluran air bersih ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan warga. Ketersediaan air yang memadai juga berperan penting mencegah penyakit pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan.
Kehadiran BAZNAS tidak hanya sebatas memberikan bantuan material, tetapi juga memastikan para penyintas tetap memiliki rasa aman dan harapan. “Air bersih bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bentuk kepedulian agar masyarakat dapat bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak di tengah keterbatasan,” tuturnya.
Proses distribusi dilakukan oleh BAZNAS bersama relawan di lapangan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan warga setempat. Pendekatan ini bertujuan agar bantuan dapat tepat sasaran serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak paling parah.
Selain penyaluran air bersih, BAZNAS terus memantau kebutuhan lanjutan masyarakat di wilayah bencana. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.
BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk berperan aktif dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui zakat, infak, dan sedekah. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting agar bantuan kemanusiaan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyintas.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS akan segera dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Saidah.
BAZNAS menyediakan berbagai kanal donasi, mulai dari transfer ke rekening resmi, kanal digital, hingga melalui laman baznas.go.id/sedekahbencana. Melalui upaya ini, BAZNAS berharap semangat solidaritas dan kepedulian terus tumbuh demi membantu para penyintas bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. (hms/smr)





