Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menerima kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Lilik Kurniawan.
Semarak.co – Pertemuan ini dilakukan untuk berkoordinasi beberapa hal yang menjadi perhatian Kemenko PMK, yaitu penanganan jalan daerah di Adonara Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dan banjir rob di pantai utara Jawa.
“Kementerian PU siap mendukung segala upaya penanganan bencana. Apalagi kalau sudah menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Diana, dirilis humas usai acara melalui WAGroup MITRA KEMENTERIAN PU, Selasa malam (25/2/2025).
Diana mengatakan, Kementerian PU telah melakukan tindak lanjut penanganan bencana dan konflik sosial di Adonara. Namun, masih membutuhkan dukungan administratif surat dari Kemenko PMK mengenai arahan perbaikan jalan tersebut.
“Nanti penanganan jalan di Adonara akan dilakukan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD). Sebab, ruas tersebut terhubung dengan salah satu ruas IJD TA 2023 sepanjang 7,1 km,” jelasnya.
Saat ini, Kementerian PU tengah menunggu proses persetujuan IJD, dan Inpres Air Minum Air Limbah, karena yang sudah selesai baru Inpres Irigasi.
“Kami juga memohon dari Kemenko PMK untuk terus membantu mendorong terlaksananya seluruh Inpres ini. Adapun perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan sepanjang 10,3 km dengan lebar 4,5 km adalah Rp51 miliar,” tambah Diana.
Terkait penanganan rob di utara Pulau Jawa, Diana menerangkan, Kementerian PU juga membutuhkan inisiasi KPBU dari swasta. Dan untuk penanganan pasca bencana, Kementerian PU selalu siap mendukung penanganan pasca bencana yang terkait dengan infrastruktur.
“Permasalahan ini membutuhkan koordinasi lintas K/L dan kami juga butuh proyek KPBU dari swasta untuk penanganan rob,” jelasnya.
Saat ini, Kementerian PU juga tengah menyelesaikan pembangunan jalan tol Semarang – Demak yang konstruksinya dengan struktur bambu untuk membantu penanganan rob.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kemenko PMK Lilik Kurniawan menyatakan, BNPB telah mengalokasikan anggaran perbaikan 52 unit rumah masyarakat di Adonara Flores Timur.
Pembangunannya akan dilakukan Pemda. Namun, salah satu permintaan masyarakat yang lain adalah perbaikan jalan sepanjang 10,3 km.
“Kami juga ingin memastikan mengenai penanganan rob di kawasan pantai utara Pulau Jawa, karena menurut informasi saat ini sudah sampai ke Pekalongan,” jelasnya.
Terkait penanganan pasca bencana, terdapat beberapa sektor yang menjadi prioritas. Salah satunya yaitu penyediaan infrastruktur seperti air, jalan dan sanitasi.
“Mohon dukungan dari Kementerian PU untuk terus membantu penanganan pasca bencana,” sambungnya. (hms/smr)