Bank Muamalat Catat Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Melonjak pada 2024

Branch Manager Bank Muamalat Langsa Affan Syuaidi (kanan) bersama Branch Operations Service Manager Didi Mariadi (kiri) menyaksikan nasabah yang sedang bertransaksi di Kantor Cabang Langsa, Aceh, Kamis (27/3/2025). Selama Ramadan, jam operasional layanan kantor cabang Bank Muamalat dimulai pukul 08.00-15.00 waktu setempat. Selain itu, guna menghadapi libur Idulfitri 1446 Hijriah, bank pertama murni syariah di Indonesia ini mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN, internet banking Madina, serta jaringan ATM guna melayani kebutuhan transaksi perbankan nasabah. Foto: humas Muamalat

Bank Muamalat Indonesia mencatat pencairan pembiayaan Multiguna iB Hijrah meningkat dua kali lipat year on year (yoy) pada 2024. Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan, produk pembiayaan Multiguna iB Hijrah menunjukkan kinerja yang sangat baik.

Semarak.co – Pada akhir 2024, pencairan pembiayaan produk tersebut mencapai Rp347 miliar atau meningkat signifikan 104% dibandingkan pada akhir 2023 yang sebesar Rp170 miliar. Adapun jumlah akun pembiayaan ini juga tumbuh 75% (yoy) menjadi 4.100 number of account (NoA).

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan bisnis konsumer di segmen ritel ini sejalan dengan transformasi bisnis yang kami jalankan. Dengan serangkaian strategi, segmen ini insya Allah akan menghasilkan pertumbuhan positif,” ujar Imam, dirilis humas melalui pesan elektronik Redaksi semarak.co, Jumat (2/5/2025).

Pembiayaan Multiguna iB Hijrah Bank Muamalat berbasis akad murabahah, ijarah multijasa, dan musyarakah mutanaqishah (MMQ) refinancing. Pengajuan pembiayaan ini tidak memerlukan agunan fixed asset dan tidak diwajibkan uang muka.

Produk ini dapat digunakan untuk tujuan pembelian barang, jasa dan tujuan konsumtif lainnya. Plafon pembiayaan hingga Rp1,5 miliar dengan tenor hingga 120 bulan.

“Produk ini kami harapkan bisa memudahkan kebutuhan pembiayaan nasabah dengan tetap memenuhi prinsip syariah,” ujar Imam Teguh Saptono.

Sepanjang 2024, bank pertama murni syariah di Tanah Air ini mencatatkan total pembiayaan sebesar Rp16,8 triliun dengan raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp41,7 triliun. Adapun laba sebelum pajak tumbuh 45% (yoy) menjadi Rp20,4 miliar per 31 Desember 2024. (hms/smr)

Pos terkait