Salah satu upaya Bank Mandiri dalam memperkuat kolaborasi dengan menggelar paparan outlook ekonomi dan update pasar keuangan di 2021 yang dilakukan secara virtual dari Jakarta. Foto: humas Bank Mandiri

Bank Mandiri terus memperkuat kolaborasi dengan asuransi dan dana pensiun untuk mendorong pertumbuhan bisnis industri keuangan di Tanah Air. Pasalnya, industri keuangan saat ini tengah menghadapi tantangan bisnis sama, yaitu kondisi perekonomian global yang masih terdampak pandemi Covid-19.

semarak.co-Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, industri asuransi dan Dana Pensiun memiliki potensi yang cukup besar ke depan.

Data OJK menyebutkan, kutip Panji, pada 2020 memang terjadi penurunan bisnis, terutama pendapatan premi yaitu sebesar 7,34%. Meski demikian, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan asuransi.

“Seperti asuransi kesehatan di tengah masa pandemi. Selain itu, masyarakat kelas menengah juga naik dan digitalisasi layanan yang diharapkan mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia,” kata Panji Irawan dalam rilis humas Bank Mandiri, Jumat (22/1/2021).

Saat ini, lanjut Panji, Bank Mandiri telah memberikan fasilitas layanan perbankan kepada 185 perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun/DPLK. Salah satu upaya Bank Mandiri dalam memperkuat kolaborasi dengan menggelar paparan outlook ekonomi dan update pasar keuangan di 2021 yang dilakukan secara virtual.

BACA JUGA :  Terkair Wabah Virus Corona, Kantor Cabang Bank Mandiri Tetap Beroperasi

Pada paparan virtual dengan tema Mengantisipasi yang Serba Tidak Pasti itu diungkapkan bahwa pemulihan ekonomi nasional secara sektoral sudah menunjukan peningkatan sejak Kuartal III-2020, terutama sektor jasa-jasa seperti transportasi dan pergudangan, Perdagangan besar dan Eceran, manufaktur dan Konstruksi.

Perekonomian pun diperkirakan akan mulai tumbuh positif pada triwulan I-2021, yang didorong oleh oleh optimisme terkait rencana vaksinasi pemerintah. Komponen utama pertumbuhan ekonomi seperti konsumsi dan investasi juga diperkirakan akan mulai tumbuh positif pada tahun 2021.

kebijakan dan perubahan regulasi yang dilakukan pemerintah maupun otoritas, seperti UU Cipta Kerja, dapat memberikan kemudahan investasi sehingga mendorong investor untuk meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia, termasuk ke perusahaan asuransi dan Dana Pensiun.

Selain itu, OJK juga akan mengeluarkan ketentuan PAYDI (Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi), yang nantinya diharapkan dapat membantu peningkatan penerimaan premi asuransi.

Bank Mandiri pun, kata Panji, telah menyiapkan diri untuk memberikan layanan kustodi serta penyaluran investasi melalui Mandiri Group untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal.

BACA JUGA :  Bank Mandiri Salurkan Bansos Jaminan Hidup Rp3,7 Miliar Bagi Korban Banjir Bogor

“Melihat potensi tersebut, termasuk peningkatan penetrasi, asset dan investasi di industri asuransi dan dana pensiun, Mandiri Group sangat serius menyiapkan layanan dan solusi terbaik terhadap bisnis asuransi dan dana pensiun seperti collection, investasi, payment, bancassurance serta layanan  pendukung bisnis lainnya,” ujar Panji. (smr/nus-1)

LEAVE A REPLY