Bangun Karakter Gotong Royong, Kemendikdasmen Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H

Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H berlangsung khidmat di Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen. Guru Besar FISIP UIN Jakarta Din Syamsuddin yang menjadi pembicara, mengajak jemaah menjadi penggerak bangsa dengan membangun karakter gotong royong dan rasa solidaritas.

Semarak.co – Din menjelaskan makna hijrah yang dapat terwujud melalui membiasakan salat sebagai fondasi kehidupan, beribadah dengan memahami hakikatnya, bekerja keras hingga menghasilkan karya nyata yang bermanfaat.

Bacaan Lainnya

“Ibadah yang dijalankan dengan benar sejatinya melahirkan etos kerja, integritas, produktivitas, serta kepedulian sosial. Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat Islam menjadi pribadi yang mandiri, selalu bekerja keras, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkap Din, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa malam (7/7/2026).

Makna hijrah menurutnya merupakan titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Arti kemajuan juga tidak cukup hanya sebatas pergantian waktu, namun juga harus diwujudkan melalui pola pikir, karakter yang kuat, dan budaya kerja yang lebih baik.

Lebih lanjut, ia memandang cita-cita Indonesia Maju dapat terwujud apabila seluruh masyarakat berani melakukan hijrah dalam arti yang sesungguhnya. Dengan menjadikan keimanan sebagai kekuatan, Din menilai umat Islam dapat menjadi salah satu kekuatan utama yang mendorong bangsa Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat.

“Setiap individu maupun institusi harus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Arti kemajuan hanya dapat dicapai apabila setiap insan memiliki tekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan budaya yang lebih produktif,” tuturnya.

Selain ceramah oleh Din Syamsudin, Tausiah Muharam 1448 H juga diisi dengan pemberian beasiswa UPZ Kemendikdasmen secara simbolis kepada perwakilan para penerima beasiswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK serta penyerahan apresiasi kepada peserta khitanan massal berupa uang tunai, paket tas sekolah, dan alat tulis.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menilai semangat kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi cerminan budaya gotong royong dan soliditas keluarga besar Kemendikdasmen dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa.

Kehadiran Din Syamsudin dalam Tausiah Muharam 1448 H dinilainya sebagai elemen penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual pegawai sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan tiga kementerian.

Kepada jemaah, Mu’ti menyampaikan sebuah hadis Nabi sebagai pengingat akan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Seorang muslim sejati adalah mereka yang menyelamatkan muslim lainnya dari lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. (hms/smr)

Pos terkait