Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I Akurindo 2017 di kawasan Cikini Jakarta Pusat, hari Kamis (26/10). Agendanya pengesahan rancangan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), dan Pemilihan sekaligus Pelantikan Pengurus Periode 2017-2022.
Rencananya, ratusan orang dari 30 provinsi di Indonesia akan hadir menjadi peserta. Mereka merupakan pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha, seperti kerajinan, furnitur, dan kuliner. Para pelaku UMKM dengan berbagai latar belakang usaha ini merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia, seperti Nangroe Aceh Darusalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepualauan Riau, Riau, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Seluruh Provinsi se-kalimantan,Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.
Ketua Panitia Rakernas I Emir Moeis menyatakan, keberadaan organisasi ini diharapkan dapat memperkuat untuk menumbuhkembangkan UMKM guna mendukung perekonomian nasional berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan akses pembiayaan, pendampingan, pembukaan jaringan dan pasar. “Semua dilakukan dengan digital. Kita ingin UMKM maju dan dapat mengikuti perkembangan jaman,” kata Emir dalam rilis Akurindo, Rabu (25/10).
Asosiasi ini, lanjuty Emir, tidak hanya membantu pembiayaan bagi para UMKM. Namun, sejumlah hal akan dilakukannya seperti pemasaran digital dan asuransi bagi usaha ini. Soal pemasaran telah dilakukannya dengan membuka akses internasional bagi UMKM seperti Brussel (Belgia), Moskow (Rusia), dan Tokyo (Jepang). Langkah ini akan dilanjutkan ke Hong Kong dan Jerman.
“Kami akan mengembangkan UMKM go internasional. Dengan peran UMKM yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. “ Melalui wadah Akurindo, kami akan mendorong UMKM berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi dan mendistribusikan hasil-hasil pembangunan
Ketua Umum Koperasi Jasa Mitra Sarana Perjuangan (MSP) Febri Wibawa Parsa menambahkan, antusiasme para UMKM dari 34 provinsi untuk menghadiri acara ini cukup menggembirakan. Dia berharap ini dapat memecahkan persoalan-persoalan UMKM seperti permodalan. “Selama ini banyak UMKM masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan seperti bank. Dari masalah ini saya berharap Akurindo bisa membantu ekses pembiayaan untuk UMKM,” katanya.
Akses pemasaran, lanjut Febri, telah dilakukan dengan menggelar MSP Expo 2016 bagi UMKM bertema ‘Indonesia Gift’ di Gedung Smesco, Jakarta, pada 2-4 Desember 2016. Pameran ini diikuti sekitar 300 UMKM dari provinsi-provinsi di Indonesia. Mereka mulai diperkenalkan pembayaran nontunai berupa point of sales (PoS).
Ada juga seminar yang membahas pembiayaan, pemasaran, dan teknologi informasi (TI) bagi UMKM. Pameran serupa juga akan dilakukan kembali dengan tema ‘The Authentic Taste of Indonesia’ di Balai Kartini, Jakarta, pada 7-9 Desember 2017. “Acara ini ditargetkan diikuti sedikitnya 300 UMKM dari 30 provinsi di Indonesia,” jelasnya.
Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, tahun 2014, terdapat sekitar 57,8 juta pelaku UMKM di Indonesia. Sektor ini juga memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PBD) sebesar 60% dan tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional. (lin)