Lima BLU pengelola kawasan telah mengembangkan kawasan ekonomi dengan kemudahan berusaha dan mengelola daerah pariwisata serta layanan khusus sekaligus mengoptimalisasi aset negara dan mendukung infrastruktur.

Wamenparekraf Angela menjelaskan, salah satu BLU Pariwisata yang rencananya akan diluncurkan adalah BLU Borobudur yang akan menggabungkan konsep konservasi dan pariwisata. BLU ini akan menggabungkan sisi konsep konservasi sebagai cagar budaya maupun sisi edukasi serta sisi kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani dalam sambutannya menjelaskan, BLU ini sebagai pionir reformasi pelayanan publik, dengan membangun instansi Pemerintah yang modern bernuansa customer and outcome oriented yang kuat.

“BLU merupakan agent of development, yang tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan dasar serta mendukung kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan di bidang kesehatan, pendidikan, pengelolaan dana, pengelolaan aset, dan Kawasan,” kata Sri Mulyani seperti dirilis humas melalui WAGroup SiaranPers Kemenparekraf2, Rabu (17/11/2021).

Selain itu, lanjut Menkeu Sri Mulyani, BLU merupakan kontributor perekonomian dengan mendukung rencana kerja pemerintah dan prioritas nasional. Serta BLU berkontribusi terhadap PDB dan PNBP Nasional.

“BLU sebagai lembaga yang collecting revenue karena beda dengan pemerintah yang memberikan pelayanan tidak memungut biaya, di BLU dia boleh memungut biaya sesuai dengan standar layanannya. Sehingga dia bisa mengumpulkan penerimaan dan oleh karena itu maka dibentuklah menjadi sebuah BLU,” ujarnya.

Adapun karakteristik BLU, yakni instansi pemerintah (kekayaan negara tidak dipisahkan), mengelola penyelenggaraan layanan umum dengan praktik bisnis yang sehat, tidak mengutamakan mencari keuntungan, dan mengutamakan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas. (smr)