Ajak Tokoh Bangsa Jadi Duta Baznas, Menteri ATR/BPN Dukung Gerakan Cinta Zakat

Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil menerima audien Ketua Baznas Prof .KH. Noor Achmad bersama jajarannya. Foto: humas Baznas

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengajak para tokoh bangsa menjadi duta Baznas sekaligus berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan Baznas. Salah satunya memobilisasi penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di lingkungan Kementerian ATR/BPN pusat hingga daerah.

semarak.co-“Kami akan mobilisasi lebih banyak lagi, dengan mengirim surat edaran ke daerah,” ucap Sofyan Djalil di hadapan Pimpinan Baznas yang bersilaturahim dan audiensi di Kementerian ATR/BPN, kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021) seperti dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Sofyan menerima laporan bahwa Kementerian ATR/BPN sudah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang setiap tahun baru berhasil menghimpun dana zakat sebesar Rp 90 juta.

“Semoga dengan kita buat surat edaran ke masing-masing daerah, zakat yang terkumpul paling sedikit 900 juta rupiah. Saya juga usul supaya setiap pegawai diberikan kemudahan untuk bisa menyalurkan ZIS-nya,” ujar Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Misal, kutip Sofyan, bekerja sama dengan pihak bank dengan auto debit. Selain itu, Sofyan juga menginisiasi dan berkenan jika ke depan dirinya menjadi duta zakat (ambassador) untuk menyosialisasikan program-program Baznas.

Dia juga mengusulkan sejumlah tokoh-tokoh yang memiliki kredibilitas untuk turut diikutsertakan mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat. “Kalau saya yang men-share dan juga tokoh yang memiliki pengaruh tentu pasti akan memiliki dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini menambahkan, pengelolaan zakat di Indonesia belum terorganisasi dengan baik, sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat.

“Apalagi dengan potensi zakat yang besar hingga mencapai Rp270 triliun lebih, sehingga dibutuhkan kerja sama yang intensif antarsemua kementerian dan lembaga negara.  Perlu waktu supaya pengelolaan dan pemanfaatan zakat ini bisa berjalan dengan baik,” kata Sofyan.

Hadir dalam silaturahmi dan audiensi Ketua BAZNAS Prof. KH. Noor Achmad, Wakil Ketua Baznas Mochamad Machdum, Zainulbahar Noor, Saidah Sakwan, Rizaludin Kurniawan, dan KH Achmad Sudrajat.

Ketua BAZNAS RI Prof. KH. Noor Achmad berterima kasih pada Menteri Agraria/Kepala BPN yang bersedia mendukung program-program BAZNAS dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di Indonesia.

“Mohon doa restu sebagai Pimpinan BAZNAS yang baru, semoga berjalan lancar. Saya berterima kasih sekali di kementerian yang Bapak pimpin, sudah ada UPZ-nya. Semoga dengan adanya instruksi dari pusat ke bawah akan sangat berpengaruh terhadap penghimpunan zakat ini,” kata Prof. Noor.

Ketua BAZNAZ juga menyampaikan secara nasional jumlah orang yang membayar zakat secara nasional jumlahnya masih sedikit, sekitar 4 juta muzaki. Sedangkan muzaki yang menunaikan ZIS ke BAZNAS pusat baru sekitar 350 ribu orang. Sehingga diperlukan sinergi strategis kepada semua kementerian/lembaga negara.

“Kita dan semua pihak harus bersinergi dan konsisten menggelorakannya secara bersama-sama, supaya pengelolaan zakat bisa dilakukan secara maksimal,” ujar Prof. Noor. (smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *