Kemenekraf dan NOICE Bersinergi Perkuat Jalur Distribusi dan Monetisasi Kreator Digital

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari platform konten audio dan video digital NOICE di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya membahas peluang kolaborasi dengan platform konten audio dan video digital NOICE, dalam memperkuat ekosistem kreator digital di Indonesia.

Semarak.co – Menekraf menyatakan, pertemuan tersebut menyoroti upaya membuka ruang distribusi, monetisasi, serta pengembangan talenta bagi para kreator lokal. Banyak kreator datang dengan karya film atau konten yang ingin dipublikasikan, tetapi mereka belum tahu harus dibawa ke mana.

Bacaan Lainnya

“Di sinilah kolaborasi dengan platform seperti NOICE menjadi penting, karena karya-karya tersebut bisa direkomendasikan untuk dikurasi dan dipertemukan dengan ekosistem distribusi yang tepat,” ujar Riefky saat menerima audiensi NOICE di Autograph Tower Jakarta, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Sabtu (7/3/2026).

Pertemuan ini meneguhkan kerja sama Kementerian Ekraf dan NOICE, melanjutkan diskusi 2025, serta membuka peluang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan kreator digital lokal dan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth.

Menteri Riefky menekankan pentingnya membuka jalur distribusi yang tepat bagi kreator film dan konten digital. Kementerian Ekraf mendorong kolaborasi dengan platform digital agar karya kreator tersalurkan secara optimal dan terhubung dengan ekosistem distribusi yang lebih luas.

Ia menambahkan, Kemenekraf membuka peluang melalui program penguatan talenta kreatif, seperti Emak-Emak Matic, yang mendorong masyarakat—terutama ibu rumah tangga—menjadi kreator konten dan pelaku ekonomi digital.

Pemerintah juga berupaya menghubungkan ekosistem kreator nasional, termasuk komunitas dan asosiasi konten kreator, dengan platform digital seperti NOICE agar karya mereka memiliki jalur distribusi dan monetisasi yang lebih luas.

Selain itu, pelaku ekonomi kreatif dengan karya berbasis kekayaan intelektual dapat memanfaatkan skema pembiayaan berbasis Intellectual Property (IP) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung produksi dan pengembangan konten digital, dengan pendampingan dari Kementerian Ekraf bersama mitra platform.

Chief Business Officer NOICE Niken Sasmaya menjelaskan, NOICE terus mengembangkan ekosistem kreator melalui inovasi model monetisasi konten digital. Platform tersebut telah mencatat lebih dari lima juta unduhan dan menghadirkan beragam format konten seperti podcast, audio series, hingga film digital.

Menurut Niken, NOICE menciptakan ekosistem fan economy, di mana kreator dapat memonetisasi karya mereka langsung kepada audiens, menentukan harga konten, serta memanfaatkan fitur distribusi dan promosi di platform.

“Kami ingin membantu kreator agar tidak hanya berkarya, tetapi juga mendapatkan penghasilan langsung dari audiens mereka. Program afiliasi kami pun memungkinkan komunitas ikut mempromosikan konten kreator dan memperoleh komisi dari penjualan,” ujar Niken. (hms/smr)

Pos terkait