Inter Milan mengalami nasib tragis di kancah Eropa. Reaksi Marcus Thuram tampak kesal saat Inter Milan tersingkir dari Liga Champions musim ini usai kalah dalam dua leg play-off babak 16 besar melawan Bodo/Glimt (24/2/2026). Inter kalah angregat oleh Bodo/Glimt 2-5.
Semarak.co – Liga Italia terancam tanpa wakil di babak 16 besar Liga Champions setelah Inter Milan out dan dua sisanya dalam kondisi terjepit. Liga Champions 2025-2026 awalnya dimulai dengan ambisi besar bagi sepak bola Italia.
Serie A mengirimkan empat wakil terbaiknya, yaitu Inter Milan, Napoli, Juventus,l dan Atalanta, untuk bertarung di panggung tertinggi Eropa. Namun, apa yang dimulai dengan harapan kini berpotensi menjadi mimpi buruk bagi publik Italia.
Langkah awal sudah goyah ketika Napoli gugur lebih dulu di fase liga. I Partenopei gugur karena berada di posisi ke-30 klasemen akhir atau zona eliminasi. Sementara Inter Milan, Juventus dan Atalanta berhasil lolos dari jerat eliminasi.
Namun, mereka gagal finis di posisi 8 besar atau zona lolos langsung ke 16 besar. Inter berada di posisi ke-10, Juventus ke-13, dan Atalanta ke-15. Ketiganya pun harus memainkan babak play-off untuk mendapatkan tiket babak 16 besar. Demikian dilansir Bolaspot.com (25/2/2026).
Sialnya, di babak play-off, Inter Milan gagal melewati adangan Bodo/Glimt. I Nerazzurri menelan kekalahan dalam dua leg melawan raksasa Norwegia. Inter pada akhirnya tersingkir setelah oleh tim Norwegia, kalah agregat 2-5.
Kini tinggal Juventus dan Atalanta yang menjadi dua harapan terakhir. Namun, keduanya tengah menghadapi situasi terjepit. Sama seperti Inter Milan, Juventus dan Atalanta juga meraih hasil minor dari lawan masing-masing pada leg pertama babak play-off.
Hal itu membuat mereka mesti menciptakan keajaiban saat pertemuan kedua di Allianz Stadium. Sementara itu, La Dea menelan kekalahan 0-2 di kandang klub Jerman, Borussia Dortmund pada pertemuan pertama.
Atalanta mesti mengembalikan agregat pada pertemuan kedua di Stadion Atleti Azzuri d’Italia demi menyelamatkan wajah Italia. Namun, jika Juve dan Atalanta sampai gagal, Serie A bakal mengulangi catatan buruknya pada musim 1987-1988.
Itu merupakan musim terakhir Serie A Liga Italia tanpa wakil di babak 16 besar Liga Champions (saat itu ronde kedua). (net/bsc/kim/smr)





