Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi INT X Enterprise, membahas peluang kerja sama memperkuat musik Indonesia di pasar Malaysia serta memperluas jangkauan karya musisi Tanah Air di regional.
Semarak.co – Menekraf Riefky Harsya menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai tingginya tren konser musisi Indonesia di Malaysia menjadi indikator kuatnya minat pasar regional terhadap karya anak bangsa.
“Hampir setiap bulan ada konser penyanyi Indonesia di Malaysia dengan respons positif. Kami melihat potensi pasar luar tidak hanya di Malaysia, tetapi di berbagai negara lainnya. Ada kebutuhan pasar terhadap variasi, dan karya musisi Indonesia salah satu yang diminati,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenkraf Siaran Pers, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, momentum ini menunjukkan para local hero Indonesia semakin memiliki daya saing untuk menembus pasar regional dan memperluas jangkauan karya ke tingkat global.
“Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dan memberikan dukungan melalui berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari koordinasi lintas instansi, penguatan promosi, serta fasilitasi kemitraan strategis,” tambahnya.
INT X Enterprise merupakan perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran, production house, serta musik dan publishing. Sejumlah konser musisi Indonesia telah mereka selenggarakan di Kuala Lumpur dengan respons pasar yang positif.
Direktur Kreatif INT X Enterprise Indonesia Jerry Hendrik menyampaikan rencana 2026 yang mencakup proyek album kolaborasi dua negara, penyelenggaraan konser band legendaris Indonesia di Kuala Lumpur, serta penjajakan konser di Malaysia Philharmonic Orchestra sebagai salah satu panggung musik prestisius di Malaysia.
“Kami ingin membawa karya Indonesia ke Malaysia dengan kualitas terbaik dan membangun kolaborasi berkelanjutan antar pelaku industri dua negara serumpun,” ujar Jerry.
Sementara itu, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif Doni Setiawan menilai kolaborasi tersebut memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara menyeluruh.
“Yang menarik, ini bukan sekadar soal konser atau album kolaborasi. Momentum seperti ini memberi dampak nyata bagi seluruh ekosistem industri musik, membuka peluang bagi rantai nilai industri dan subsektor terkait,” ujar Doni.
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi musik lintas negara yang diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah karya kreatif Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan musik di kawasan. (hms/smr)





