Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melepas ekspor gula aren ke tiga negara yaitu Malaysia, Belanda, dan Australia di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Semarak.co – Menurut Mendes, ekspor gula aren itu akan menjadi titik bangkit produk lokal di Pacitan untuk merambah ke pasar global. Sebab desa dinilai punya banyak potensi unggulan, yang jika dikelola dengan baik akan menyejahterakan masyarakat sekitarnya.
“Ini momen yang luar biasa, pelepasan ekspor gula organik ke tiga negara. Dan insyaallah selanjutnya akan disusul ekspor-ekspor lain di Pacitan. Sehingga Pacitan semakin mendunia,” jelasnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Kamis (12/2/2026).
Mendes Yandri mengapresiasi stakeholder yang hadir dan berkontribusi, serta mengajak warga desa aktif terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi kreatif tersebut. Hal ini penting agar masyarakat memiliki rasa tanggung jawab menjaga dan merawat lahan desa yang potensial untuk dikembangkan.
Ia juga berharap, warga desa terus memelihara tradisi gotong royong, agar memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang ada, baik tenaga maupun material. Hal ini penting untuk kemajuan desa, seperti dalam pengembangan ekonomi melalui pasar desa.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja hebat, kerja luar biasa dari Kepala Desa, kemudian PT. ASTRA, Pemerintah Daerah, dan Lembaga terkait. Ini bukan kerja gampang, ini kalau tidak ada kolaborasi tidak mungkin bisa terjadi. Sebab kita ini bukan Superman, tapi Supertim” paparnya.
Mendes Yandri juga menambahkan, upaya ekspor ini memerlukan perhatian ekstra pada kontinuitas produksi dan logistik agar produk desa benar-benar bisa menembus dan bertahan di pasar internasional.
Ia berharap para pelaku usaha yang ada di desa agar betul-betul dapat memperhatikan sisi kualitas, kemasan, dan sertifikasi agar produk tersebut mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
“Karena ekspor ini bukan pekerjaan sebulan dua bulan. Biasanya eksportir atau buyer itu datang dengan sebuah kepastian. Tiga kepastian yang mereka tuntut biasanya. Pertama kualitas, kedua kuantitas, ketiga kontinuitas,” pungkasnya. (hms/smr)





