Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatra menunjukkan perkembangan signifikan.
Semarak.co – Menko Pratikno menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pemulihan, mulai dari infrastruktur, hunian masyarakat, hingga layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
“Secara umum infrastruktur utama telah kembali berfungsi, layanan dasar masyarakat juga hampir sepenuhnya pulih, dan jaringan komunikasi sudah normal. Proses rehab rekon terus berjalan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Pratikno, dirilis humas melalui WAGroup Media PMK, Rabu malam (11/2/2026).
Ia menekankan bahwa pendekatan pemulihan tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga penguatan ketahanan wilayah dan masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.
“Komitmen kita adalah untuk membangun lebih baik. Bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik, lebih kuat, lebih kokoh, mencegah risiko bencana ke depan, dan juga mampu untuk menghadapi bencana seandainya itu tetap terjadi,” tegasnya.
Komitmen tersebut, lanjut Menko PMK Pratikno, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 dan Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2026.
Kedua regulasi tersebut menjadi landasan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan terukur, akuntabel, dan berbasis pengurangan risiko bencana, sehingga wilayah terdampak tidak sekadar pulih, tetapi semakin tangguh ke depan.
“Dua keputusan Presiden ini semakin mengakselerasi penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra secara cepat, efektif, dan efisien,” tuturnya.
Pratikno juga menyampaikan, pemerintah tidak hanya fokus pada tiga provinsi di Sumatra. Sejumlah bencana hidrometeorologi juga terjadi, seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah.
“Kita bukan hanya fokus di tiga provinsi di Sumatra, tetapi juga fokus di berbagai wilayah yang lain, termasuk yang terakhir di Kecamatan Jatinegara, Tegal. Kami terus bekerja keras menangani bencana di seluruh wilayah secara terpadu, menyelamatkan warga, memulihkan kehidupan masyarakat seperti semula,” ujarnya. (hms/smr)





