Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera melalui prinsip Build Back Better, yaitu membangun kembali lebih baik, lebih kuat, dan lebih tangguh.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, perkembangan penanganan pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden dan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
“Pada sektor air baku dan air bersih progres penanganan telah mencapai rata-rata 72,7%. Dua embung terdampak telah 100% ditangani dan dari 176 SPAM terdampak, 153 di antaranya telah fungsional,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Rabu (11/2/2206).
Di samping itu, 34 dari 209 sumur bor dalam telah ditangani, dan 15 dari 17 sumur bor dangkal juga telah selesai. Sementara itu, progres penanganan pada sektor irigasi, rawa, dan sungai di tingkat pusat mencapai rata-rata 54,2%, dan di tingkat daerah mencapai 24,5%,” ujar Dody.
Selain itu, dari total 38 muara terdampak, progres rata-rata penanganan mencapai 35,5%. Penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai karena merupakan titik kendali utama yang menentukan kelancaran aliran sungai dari hulu hingga hilir.
Pada sektor konektivitas, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi. Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 34 jembatan nasional yang terdampak kini telah 100% fungsional. Di tingkat daerah, 93% ruas jalan dan 87% jembatan terdampak juga sudah dapat digunakan kembali,” tambah Dody.
Sementara itu, pada sektor Rumah Hunian dan Fasilitas Umum, progres rata-rata mencapai 66%, meningkat 25% dibanding akhir Januari 2026. Pembangunan hunian ditargetkan selesai pada 28 Februari 2026 dengan total 1.301 kepala keluarga tertangani di 13 lokasi.
Dalam mendukung percepatan pemulihan, Kementerian PU telah mengerahkan 1.599 personel dan 1.807 unit alat berat. Pada 2025, program Padat Karya Tunai (PKT) melibatkan 47.510 tenaga kerja. Pada 2026, direncanakan melibatkan 44.931 tenaga kerja sebagai bagian dari penguatan pemulihan berbasis masyarakat. (hms/smr)





