Menteri PPN/Bappenas Rachmat: Sasar 60 Juta Penerima, MBG Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bagian penting pembangunan nasional. Dia menegaskan kebutuhan pemenuhan gizi di masyarakat merupakan hal yang perlu segera diselesaikan.

Semarak.co – Program MBG merupakan program strategis nasional yang mendukung pencapaian dua Trisula Pembangunan yakni Peningkatan SDM Indonesia yang Berkualitas serta Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“MBG penting, lapangan kerja penting” ujar Menteri Rachmat, pada kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Bappenas, Jumat (30/1/2026).

Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect pada perekonomian dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan. MBG menyerap produk desa dan mendorong hilirisasi produk desa dengan memenuhi standar mutu, sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok modern.

Program ini bukan sekadar memberikan “ikan” ke penerima manfaat, tapi memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian. Pemberian “ikan dan kail” mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, hingga memperkuat rantai pasok lokal.

Pada akhir Januari 2026, MBG telah menyasar ke lebih dari 60 juta penerima manfaat, melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran SPPG tersebut berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.

Sementara dari sisi penyedia, Program MBG, juga meningkatkan produktivitas pertanian, seperti padi, sayur, dan buah; peternakan, termasuk ayam, sapi, kambing, dan domba; serta perikanan lokal yang menjadi bahan baku MBG.

Rachmat menegaskan, MBG merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur yang harus diselesaikan. “Ketika berbicara infrastruktur, mohon tidak dibatasi hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” pungkasnya. (hms/smr)

 

Pos terkait