Aryna Sabalenka kembali menjadi unggulan utama untuk merebut gelar Australia Terbuka 2026, namun langkah petenis nomor satu dunia itu diprediksi tidak akan mudah karena ancaman serius dari Iga Swiatek serta dominasi petenis Amerika Serikat.
Semarak.co – Aryna Sabalenka membidik gelar ketiganya dalam empat tahun terakhir di Melbourne Park, Australia. Ambisi petenis Belarusia itu hadir setelah kegagalannya musim lalu, ketika ia harus mengakui keunggulan Madison Keys dalam final.
Keys kini kembali ke Australian Terbuka dengan status juara bertahan. Meski performanya sempat naik turun sepanjang 12 bulan terakhir, petenis Amerika Serikat itu tetap menjadi bagian dari kekuatan besar Amerika yang mendominasi peringkat elite dunia.
Selain Keys, Amerika Serikat juga diperkuat petenis Coco Gauff yang menempati peringkat ketiga tenis dunia, sementara itu petenis Amanda Anisimova berada di posisi keempat serta Jessica Pegula di posisi keenam.
Petenis Gauff datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menjuarai kancah bergengsi Grand Slam keduanya di Prancis Terbuka pada tahun lalu dan menaklukkan petenis Iga Swiatek di gelanggang United Cup, Australia.
“Saya menghabiskan masa pramusim untuk menjadi lebih baik secara keseluruhan dan lebih nyaman dengan permainan saya,” demikian kata Gauff dikutip dari AFP dan dilansir mediaindonesia.com pada 13 Januari 2026.
Anisimova juga menjadi ancaman nyata. Sepanjang 2025, ia mencatatkan musim terbaik dalam kariernya dengan menembus final Wimbledon dan AS Terbuka. Sabalenka pun mengakui kualitas lawannya tersebut yang kerap memaksanya tampil di level tertinggi.
Sementara itu, Iga Swiatek masih memburu satu gelar yang belum pernah ia raih. Dari enam trofi Grand Slam yang telah dikoleksinya, Australian Terbuka menjadi satu satunya turnamen mayor yang belum berhasil dimenanginya.
“Di Grand Slam, Anda harus benar-benar bermain luar biasa selama dua minggu, tidak boleh ada hari buruk, dan harus konsisten,” ujar Swiatek. Di tengah ketatnya persaingan level ini, Sabalenka tetap menunjukkan otoritasnya.
Gelar juara di turnamen pemanasan Brisbane awal bulan ini menjadi sinyal kuat kesiapannya menghadapi Australian Terbuka. Ia menegaskan status unggulan atau kegagalan di masa lalu tidak memengaruhi pendekatannya.
“Jujur saja, tidak ada bedanya. Entah saya juara bertahan atau kalah di babak pertama tahun lalu, tujuannya selalu sama, memberikan tenis terbaik dan meningkatkan permainan saya,” tegas petenis Aryna Sabalenka dalam sebuah kesempatan.
Selain persaingan papan atas, Australian Terbuka 2026 juga menorehkan catatan historis dengan kehadiran Venus Williams. Legenda tenis Amerika Serikat itu menerima wildcard dan akan menjadi petenis putri tertua di babak utama Melbourne Park pada usia 45 tahun. (H-2). (net/mic/afp/kim/smr)





