CEO Nvidia Jensen Huang mengaku perusahaannya tengah menyiapkan kejutan besar tahun ini melalui chip generasi terbaru Nvidia yang diklaim mampu melipatgandakan kinerja kecerdasan buatan (AI) secara signifikan.
Semarak.co – Jensen Huang, manusia mahal dengan harta terdahsyat, mencapai 162,6 miliar dolar AS atau sebesar Rp 2.728 triliun, itu mengungkapkan, chip generasi berikutnya kini telah memasuki tahap produksi penuh.
Chip tersebut disebut mampu memberikan kemampuan komputasi AI (artificial inteligence) hingga mencapai lima kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, khususnya untuk chatbot dan aplikasi AI yang berskala raksasa.
Pengumuman itu disampaikan Huang dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas. Ia membeberkan detail platform terbaru Nvidia bernama Vera Rubin, yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2025 dan mulai memberi dampak besar pada ekosistem AI global pada 2026.
Platform Vera Rubin terdiri dari enam chip terpisah Nvidia. Server andalannya akan membawa 72 GPU dan 36 CPU generasi terbaru. Menurut Huang, chip-chip ini dapat dirangkai dalam sistem besar atau “pod” yang berisi lebih dari 1.000 chip.
Memungkinkan peningkatan efisiensi pembuatan “token”, unit dasar sistem AI, hingga 10 kali lipat. “Inilah cara kami dapat menghadirkan lompatan kinerja begitu besar, meskipun jumlah transistor kami hanya 1,6 kali lebih banyak,” ujar Huang, dikutip dari Reuters, dan dilansir cnbcindonesia.com, Rabu (7/1/2026).
Langkah ini memertegas ambisi Nvidia untuk tetap menjadi tulang punggung industri AI global. Selama ini, Nvidia masih mendominasi pasar pelatihan model AI, namun persaingan kian ketat, tidak hanya dari pesaing tradisional seperti AMD.
Tetapi juga dari para pelanggannya sendiri, termasuk Alphabet (Google), Amazon, hingga Microsoft yang mulai mengembangkan chip AI internal. Untuk memperkuat posisinya, Nvidia juga memperkenalkan teknologi context memory storage.
Lapisan penyimpanan baru yang dirancang agar chatbot mampu merespons percakapan panjang lebih cepat dan efisien. Selain itu Nvidia meluncurkan generasi terbaru switch jaringan dengan teknologi co-packaged optics, memungkinkan ribuan mesin AI terhubung dalam satu sistem terpadu.
Sejumlah raksasa teknologi global diperkirakan akan menjadi pengguna awal sistem Vera Rubin, mulai dari CoreWeave hingga Microsoft, Amazon, Oracle, dan Alphabet. Adopsi ini dinilai krusial dalam mendorong ekspansi layanan AI ke ratusan juta pengguna di seluruh dunia pada 2026.
Tak hanya di AI generatif, Huang juga menyiapkan kejutan di sektor kendaraan otonom. Nvidia akan merilis perangkat lunak bernama Alpamayo, yang membantu mobil swakemudi mengambil keputusan sekaligus menyediakan jejak data untuk keperluan evaluasi insinyur.
Uniknya, Nvidia juga membuka data pelatihan perangkat lunak tersebut agar dapat diuji secara transparan oleh produsen otomotif. Di sisi geopolitik, Nvidia juga menghadapi dinamika permintaan chip dari China. Huang mengakui permintaan chip H200 di China masih sangat kuat.
Sementara itu, Chief Financial Officer Nvidia, Colette Kress, menyebutkan bahwa perusahaannya telah mengajukan izin ekspor dan kini menunggu persetujuan pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara lain. (net/cic/rts/kim/smr)





