Bantu Korban Banjir Aceh dan Sumatra, UPZ BP BUMN Salurkan Donasi Rp225 Juta melalui BAZNAS

BAZNAS menerima donasi kemanusiaan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BP BUMN sebesar Rp 225 juta.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima donasi kemanusiaan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BP BUMN sebesar Rp 225 juta. Donasi ini sebagai wujud kepedulian karyawan BUMN terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah di Sumatra dan Aceh.

Semarak.co – Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kepercayaan UPZ BP BUMN yang telah menyalurkan donasi untuk penyintas banjir Aceh dan Sumatra melalui BAZNAS RI.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada seluruh karyawan BUMN yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk menolong saudara kita yang  tertimpa musibah,” kata Rizal, dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Jumat malam (12/12/2025).

Rizal juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini sangat dibutuhkan mengingat dampak bencana banjir dan longsor di Sumatra dan Aceh ini cukup besar. “Insya Allah BAZNAS akan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, akuntabel, dan transparan.”

Wakil Kepala II BP BUMN Tedi Bharata mengatakan, donasi ini sepenuhnya dipercayakan kepada BAZNAS RI untuk dikelola dan disalurkan kepada para korban sesuai kebutuhan lapangan, baik untuk pemenuhan bantuan darurat, pemulihan fasilitas, maupun layanan kemanusiaan lainnya.

“Hari ini saya menyalurkan niat baik dari karyawan BUMN dari zakat yang mereka sisihkan. Semoga bantuan yang kami kepada BAZNAS ini dapat tersalurkan amanah kami untuk membantu meringankan beban mereka dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak,” kata Tedi.

Tedi menuturkan, gelombang banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Jembatan terputus, kelangkaan arus listrik, jalanan rusak, rumah-rumah hancur dan penuh lumpur.

“Dan alamnya Sumatra itu berbeda alam Jawa, di sini relatif datar, jembatan tidak terlalu banyak, tapi di Sumatra sana jembatan itu banyak, makanya ketika banjir membawa lumpur itu jalur transportasinya susah sehingga ini menjadi permasalahan yang saat ini kita hadapi,” kata Tedi.

Ditambah lagi banjir dahsyat yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ini kalau digabungkan luas total wilayah yang terdampak bencana tersebut kira-kira setara dengan luas wilayah Banten hingga ke Malang.

“Bayangkan dari Banten sampai ke Malang ditambah lagi jembatan tidak bisa berfungsi, lumpur di mana-mana, arus bantuan yang tidak mudah masuk, jadi luar biasa sekali dampaknya. Jadi semakin banyak bantuan yang bisa kita berikan, akan sangat bermanfaat untuk mereka,” ujar Tedi.

Karena itu, menurutnya kehadiran negara tentu saja sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur, bangunan sosial, dan juga rumah-rumah warga agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“BUMN punya tanggung jawab tidak hanya memberikan bantuan tapi juga bersama pemerintah untuk bagaimana nanti merehabilitas dan membangun kembali daerah-daerah dari kerusakan infrastrukturnya, listriknya, ini jangka panjang yang harus kita pikirkan,” papar Tedi. (hms/smr)

Pos terkait