Gelombang Penangkapan dan Pembakaran Rumah Meluas, Pendudukan Serbu Al-Quds dan Birzeit

Pasukan pendudukan Israel menyerbu dua universitas Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem, menahan puluhan orang dalam rangkaian operasi penggerebekan meluas, sementara para pemukim Israel ilegal terus menyerang properti warga Palestina, membakar kendaraan dan rumah di sejumlah kota.

Semarak.co – Menurut media Arab berpengaruh, Al-Jazeera, pasukan pendudukan Israel menggerebek Universitas Al-Quds di Abu Dis, sebelah timur Yerusalem yang diduduki, dan melakukan penggeledahan di seluruh kampus.

Pada Selasa dini hari (9/12/2025), pasukan juga menyerbu Universitas Birzeit, di utara Ramallah, masuk dari tiga arah dan menahan para penjaga kampus. Lima anggota staf keamanan kampus ditangkap dan ponsel mereka disita.

Penangkapan, Penggerebekan, dan Penghancuran

Dalam operasi penangkapan dan pembongkaran terbaru, pasukan pendudukan Israel menahan seorang pemuda dari komunitas Badui Al-Hathroura di tenggara Yerusalem yang diduduki, menyusul serangan pemukim terhadap para penggembala di daerah itu.

Di lingkungan Al-Bustan, Silwan, petugas kotamadya pendudukan, didampingi tentara Israel, menyerbu sebuah rumah yang dijadwal untuk dihancurkan. Di dalam wilayah pendudukan 1948 (garis hijau), sumber Palestina melaporkan, otoritas Israel memaksa seorang warga Palestina desa Arara untuk menghancurkan dua rumahnya sendiri dengan alasan tidak memiliki izin.

Di utara Ramallah, pemukim Yahudi ilegal dengan serampangan melempari kendaraan dengan batu di jembatan Atara, lalu memblokir lalu lintas dan menutup jalan utama yang menghubungkan kota itu dengan Ramallah.

Pasukan pendudukan Israel menangkap pemuda di Beitunia dan menyerbu lingkungan di Ramallah dan Al-Bireh.  Sebuah pos pemeriksaan didirikan  pintu masuk Ein Sinya, dan prosedur diperketat pos pemeriksaan Atara serta bundaran Rawabi, penyebab gangguan besar terhadap pergerakan warga.

Pembakaran Rumah

Di Hebron (Al-Khalil), para pemukim ilegal menyerang rumah-rumah di daerah Masafer Yatta, membakar sebuah kendaraan dan traktor pertanian di komunitas Wadi al-Rakhim, sebelah barat permukiman Susya.

Grafiti rasis juga disemprotkan di dinding beberapa rumah. Di daerah Huwwara, dalam wilayah Masafer Yatta, seorang pemukim bersenjata menyerang para petani, berusaha mengusir mereka dari lahan dan mencegah mereka mengolah tanahnya.

Pasukan pendudukan Israel menahan sedikitnya 10 warga Palestina dari kota Al-Muraq, Al-Koum, Al-Dhahiriya dan Idhna, termasuk seorang remaja 17 tahun dari Beit Ummar. Di Bethlehem, 8 warga Palestina ditahan dari Al-Khader, Kisan dan Al-Marah, 24 lainnya ditahan berjam-jam dan diinterogasi di lapangan.

Pada dini hari, para pemukim menyerbu desa Al-Marah dan membakar sebuah rumah serta dua kendaraan di sekitarnya. Di Salfit, pasukan pendudukan Israel menangkap 4 warga Palestina Selasa (9/12) setelah menyerbu rumah-rumah di Al-Zawiya dan Mas’ha.

Di Jericho, organisasi hak asasi manusia Al-Baydar melaporkan bahwa pasukan pendudukan menghancurkan sebuah tempat tinggal milik keluarga Daoud Al-Baaran dan menyerang lahan pertanian di desa Al-Minya dekat Kisan, di timur Bethlehem.

Rumah-Rumah Diubah Menjadi Pos Militer

Di Qalqilya, pasukan pendudukan Israel menyerbu pertanian Al-Tabib di sebelah timur kota, menggerebek beberapa rumah, dan menginterogasi warga selama berjam-jam di lapangan. Di Nablus, pasukan menyerbu desa Burqa dan menangkap 6 warga Palestina setelah mengubah sebuah rumah menjadi pos militer.

Dua bersaudara juga ditahan di kamp pengungsi Askar lama. Di Jenin, pasukan pendudukan Israel melakukan beberapa penggerebekan pada Selasa dini hari, termasuk di kota Ya’bad, di mana unit-unit infanteri dikerahkan di seluruh jalan.

Tentara Israel juga menggerebek dan menggeledah banyak rumah, dan terus menggunakan rumah sebagai barak tentara selama hampir sebulan. Wali kota Ya’bad, Amjad Atatra, mengatakan pada Kantor Berita WAFA dan aljazeera, dikutip arrahmah.id pada 10/12/2025.

Berita itu juga menyebutkan bahwa penggerebekan tersebut melibatkan penyebaran unit infanteri di pusat kota. Di Silat al-Harithiya, sebelah barat Jenin, beberapa rumah digerebek dan digeledah tanpa penangkapan.

Kendaraan militer juga menyerbu Qabatiya, di mana para penembak jitu ditempatkan di atap, meskipun tidak terjadi bentrokan atau penahanan. Sejak dimulainya perang pemusnahan Israel di Gaza pada Oktober 2023, serangan Israel di seluruh Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki meningkat tajam.

Dampak perang pemusnahan yang dilancarkan Zionis Israel itu, mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 1.092 warga Palestina, melukai sekitar 11.000 orang dan menangkap lebih dari 18.000 orang, menurut statistik Palestina. (net/aid/alz/w/kim/smr)

Pos terkait