Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memulai penjajakan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Muna untuk mentransformasikan kawasan Cagar Budaya Prasejarah Liangkobhori menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis masyarakat.
Semarak.co – Langkah kolaboratif ini mengintegrasikan pengembangan kekayaan intelektual (_Intellectual Property_/IP), program Desa Kreatif, dan penerapan teknologi digital guna mengolah situs lukisan cadas (_rock art_) prasejarah menjadi aset ekonomi bernilai tinggi.
“Ekonomi kreatif adalah mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, sehingga Kemenekraf dan Pemerintah Daerah harus berkolaborasi serta mengoordinasikan potensi tiap subsektor agar berdampak nyata,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kemenekraf, Jumat (30/10).
Kabupaten Muna berpeluang masuk ke dalam tiga program utama Kemenekraf yaitu Desa Kreatif, _Creative Hub_, dan _Creative by Indonesia_ untuk mendongkrak potensi lokal jadi juara nasional hingga global.
“Kami akan mengkaji potensi Muna di direktorat terkait agar aset seperti lukisan gua tidak berhenti di dalam gua saja, tapi bertransformasi menjadi salah satunya produk fesyen yang menggerakkan ekonomi warga,” ungkapnya.
Dalam audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Muna membawa empat usulan prioritas mencakup pemanfaatan dan perlindungan motif visual lukisan cadas Liangkobhori sebagai kekayaan intelektual komunal di subsektor fesyen dan kriya melalui digitalisasi.
Kemudian usulan pendampingan dan fasilitasi Desa Liangkobhori agar masuk dalam jejaring Desa Kreatif Kementerian Ekraf.
Selain itu, terdapat pula penguatan sarana edukasi digital berbasis _Virtual Reality_ (VR)/_Augmented Reality_ (AR) guna meminimalkan kerusakan dinding gua bagi wisatawan serta dukungan pendampingan dan promosi Festival Liangkobhori dalam agenda event nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 11–14 Juli.
Menanggapi hal tersebut, Menekraf memaparkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai 7,38% dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang.
Menariknya, struktur demografi pekerja ekraf didominasi oleh Generasi Z dan Milenial sebesar 63%, serta 58% di antaranya merupakan perempuan. “Guna mengoptimalkan potensi besar tersebut, langkah utamanya ada di pemerintah daerah. Silakan data dan petakan seluruh potensi ekraf yang ada,” ujar Menekraf.
“Ketika profil desanya sudah jelas, mulai dari pengrajin tenun hingga potensi lainnya, serta status Desa Kreatifnya resmi ditetapkan, pemerintah pusat dapat lebih mudah memberikan intervensi, merancang aktivasi program, dan mengakselerasi karya lokal ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Menekraf.
Sementara itu, Bupati Muna H. Bachrun menyampaikan harapan besar agar agenda tahunan Festival Liangkobhori yang memasuki tahun ke-4 pada 2026 tersebut nantinya menyimpan daya tarik budaya yang kuat melalui sajian eksplorasi situs bersejarah, kompetisi permainan tradisional, serta pertunjukan seni lokal.
“Terima kasih atas penerimaan dan ruang diskusi yang sangat baik ini. Pertemuan ini membuka mata kami akan besarnya peluang dan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Muna yang dapat dikolaborasikan bersama Kemenekraf,” ujar H. Bachrun.
“Sebagai langkah konkret berikutnya, kami akan segera berkoordinasi dan memetakan daftar potensi di setiap desa untuk kita dorong bersama,” ungkap H. Bachrun dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Jumat (30/10/2026)
Melalui penjajakan kolaborasi ini, Kemenekraf berharap setiap daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis daerah menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha,menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan membawa lebih banyak pegiat ekraf Indonesia naik kelas.
Dalam audiensi Menekraf didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan dan Koordinasi Daerah, Panji Purboyo.(hms,/kraf/sam,)





