Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 284 juta penduduk, dengan 66,4 juta diantaranya merupakan kelompok remaja yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa.
Semarak.co – Kesiapan generasi ini dalam menghadapi masa depan turut ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
“Bagi Kemendukbangga/BKKBN, keluarga adalah unit terkecil dan terendah di sebuah negara. Maka kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarganya,” ujar Menteri Wihaji.
Wihaji hadir dalam acara Puncak Pembinaan Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026 di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Rabu (28/10/2026), yang diikuti 134 siswa dari seluruh Indonesia.
Sejalan dengan pentingnya keluarga dalam membentuk kualitas generasi masa depan, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan Akademi Keluarga Indonesia sebagai platform pembelajaran bagi remaja usia 10–24 tahun yang belum menikah.
Program ini mengintegrasikan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), Sekolah Siaga Kependudukan, dan Genre (Generasi Berencana) melalui empat pilar, yakni Karakter dan Kesiapan Berkeluarga, Ekologi Kependudukan, Literasi dan Etika Digital, serta Optimalisasi Bonus Demografi.
Kegiatan ini turut didukung BRI melalui Program BRI Peduli TJSL sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan penyiapan generasi muda berkualitas.
Kemudian lanjut Menteri Wihaji, ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Di tengah perubahan peradaban digital, menyiapkan generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar bekal pendidikan dan karier, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan.
Menteri Wihaji menyoroti penggunaan telepon seluler selama 8–10 jam sehari yang turut memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja, termasuk kesehatan mental. Karena itu, pembekalan generasi muda perlu mencakup kemampuan memahami diri, menghadapi perubahan, dan membangun masa depan dengan cara yang baru.
“Tatanan kita sekarang sudah beda. Sekarang bukan lagi siap kerja, lebih dari itu, yakni siap hidup,” tegas Menteri Wihaji dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu malam tadi (28/10/2026).
Melalui Akademi Keluarga Indonesia, Kemendukbangga/BKKBN mendorong remaja membangun karakter, memahami dinamika kehidupan, serta memiliki harapan dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Wihaji berharap peserta dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya agar semakin banyak generasi muda memperoleh manfaat pembelajaran ini.
Dengan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha, Akademi Keluarga Indonesia diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkualitas.
Pentingnya peran keluarga turut disoroti Nycta Gina sebagai narasumber dalam Puncak Pembinaan Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026.
Ia membagikan pengalamannya dalam membangun interaksi berkualitas bersama anak. “Menurut aku, yang terpenting bukan kebersamaan dan obrolan yang terus menerus tapi kosong, yang penting adalah kualitas obrolannya,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya membangun keluarga berkualitas, BRI turut mendukung investasi pendidikan generasi muda melalui Program BRI Peduli TJSL, berupa beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi melalui Kemendukbangga/BKKBN.
Pembangunan keluarga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak SDM berkualitas, meningkatkan daya saing bangsa, dan membangun keluarga yang tangguh serta produktif.
Melalui Akademi Keluarga Indonesia dan kolaborasi lintas sektor, Kemendukbangga/BKKBN mendorong generasi muda menjadi individu yang berkarakter, adaptif, dan siap merencanakan masa depan.
Dari keluarga yang tangguh, lahir generasi unggul yang mampu mengoptimalkan bonus demografi, mengakselerasi terwujudnya Indonesia Emas 2045, dan berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%.(hms/bkkbn/sam)





