Asia Kembali dengan Album Indigo, Hadirkan Warisan John Wetton dan Bintang Rock Dunia

Dari London, Inggris, grup rock progresif legendaris Asia bersiap merilis album studio terbarunya yang bertitel “Indigo”. Album rencana dirilis pada 6 November 2026, menandai babak baru perjalanan musik mereka setelah dua belas tahun.

Semarak.co – Album yang diterbitkan Frontiers Music Srl tersebut menjadi penghubung antara karakter melodis khas Asia dan formasi barunya. Proyek ini juga menyimpan penghormatan emosional kepada John Wetton, salah satu pendiri band rock itu.

Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan

Album “Indigo” direkam sepanjang tahun 2025 dan diproduseri Geoff Downes bersama anggota band. John Mitchell yang menangani proses mixing serta mastering, menghadirkan produksi modern tanpa meninggalkan identitas musikal Asia.

Formasi terbaru band rock progresif asal Inggris ini terdiri atas Geoff Downes yang memainkan keyboard, Harry Whitley sebagai vokalis sekaligus bassist, John Mitchell yang memainkan gitar serta Virgil Donati yang mengisi posisi sebagai drummer.

Dilansir Hellorayo.co.uk dan Originalasia.com (29/10/2026), proyek album ini bermula pada 2015, setelah “Gravitas” dirilis setahun sebelumnya. Downes dan John Wetton mulai menyusun materi, namun rencana terhenti ketika Wetton jatuh sakit dan meninggal dunia pada 2017.

Downes kemudian bertekad menyelesaikan materi tersebut sebagai penghormatan terhadap sahabat sekaligus rekan bermusiknya. Kehadiran lagu-lagu peninggalan Wetton menjadikan “Indigo” lebih dari sekadar album baru dalam perjalanan Asia.

Kolaborasi Musisi Ternama

Album ini memuat komposisi “Tattoo Indigo” bagian kedua dan ketiga, serta “Chesapeake Bay” yang berasal dari gagasan musikal seorang Wetton. Di album ini, Steve Howe turut menyumbangkan permainan gitar akustik pada “Chesapeake Bay”.

Drummer Dream Theater, Mike Portnoy, didapuk tampil sebagai bintang tamu (guest star) dalam versi bonus “Tattoo Indigo (Part 3)”. Kolaborasi tersebut memertemukan dua generasi musisi berpengaruh dalam tradisi rock progresif internasional.

Dari sisi musikal, “Indigo” memertahankan melodi megah, harmoni vokal berlapis dan aransemen progresif yang menjadi ciri khas Asia sejak dekade delapan puluhan, sekaligus menawarkan dinamika produksi yang jauh lebih modern.

Single Pengantar Album

Sebelum album diluncurkan, Asia memerkenalkan “The Traveller (Into The Light)” sebagai single pertama. Lagu bertenaga tersebut memadukan unsur progresif, chorus yang mudah diingat, dan pesan optimistis mengenai perjalanan menuju masa depan.

Single berikutnya, “Echo of You”, menghadirkan nuansa elektronik dan atmosfer luas dengan sentuhan nostalgia. Downes menggambarkannya sebagai lagu cinta bernuansa cerah, sekaligus penutup album yang diharapkan meninggalkan kesan positif.

Selain dua lagu tersebut, album anyar “Indigo” ini memuat sederet tembang seperti “Change of Heart”, “Arcadia”, “Is This the Life?”, “Life in the Sun”, “Hymn for the Fallen”, “Night and Day”, “Valencia (The Ghost Ship)”, “An Elegy” dan “On a Winter’s Night”.

Album Studio Pertama dalam Dua Belas Tahun

Peluncuran album “Indigo” menandai album studio Asia setelah “Gravitas” pada 2014. Kehadiran Harry Whitley, John Mitchell dan Virgil Donati memerlihatkan upaya band memertahankan warisan musik sekaligus membangun identitas baru.

Bagi penggemar rock progresif, “Indigo” menawarkan kesempatan menyimak kesinambungan karya Asia sekaligus mengenang kontribusi John Wetton. Album ini dijadwalkan tersedia mulai 6 November 2026 melalui Frontiers Music Srl. (net/hrcu/oac/kim/smr)