Atas tragedi itu, pihak berwenang Djibouti bersama petugas IOM terus melakukan pencarian korban, memberikan perawatan medis kepada penyintas, serta mengatur pemakaman jenazah yang berhasil ditemukan setelah kecelakaan kapal tersebut terjadi.
Semarak.co – Alexandre Coissac, kepala misi IOM di Djibouti, menyebut tragedi tersebut sebagai kehilangan nyawa yang sangat menyedihkan. Ia mengingatkan bahaya besar yang dihadapi migran sepanjang jalur pelayaran menuju Yaman.
Menurut laporan Associated Press, Reuters dan Al Jazeera (12/10/2026) jumlah korban meninggal yang diumumkan hanya mencakup jenazah yang telah dimakamkan oleh otoritas setempat. Jenazah lain masih memerlukan verifikasi sebelum masuk hitungan resmi.
Mengapa Para Migran Mempertaruhkan Nyawa?
Banyak migran dari Tanduk Afrika menempuh perjalanan laut menuju negara Yaman dengan harapan memperoleh pekerjaan dan kehidupan lebih baik di negara-negara Teluk, meskipun jalur tersebut sangat berbahaya.
Perjalanan melalui Teluk Aden dan Selat Bab el-Mandeb menghadirkan risiko kecelakaan laut, penyelundupan manusia, eksploitasi serta konflik bersenjata. Kapal yang kelebihan muatan semakin memperbesar ancaman keselamatan penumpang.
IOM mencatat lebih dari 900 migran meninggal atau hilang sepanjang jalur migrasi tersebut selama tahun 2025 lalu. Organisasi itu menyerukan penyediaan jalur migrasi yang aman dan legal untuk mencegah tragedi serupa terjadi kembali. (net/ap/rts/alz/kim/smr)