Taman Margasatwa Ragunan kembali gelar pameran FLONA (Flora dan Fauna) di Lapangan Banteng Jakarta Pusat sebagai salah satu ruang edukasi dan rekreasi lingkungan yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan flora dan fauna.
Semarak.co – Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini berlangsung di kawasan Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dengan menghadirkan beragam tanaman, satwa, serta karya pertamanan.
FLONA tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan.
Serta memahami pentingnya upaya konservasi keanekaragaman hayati. Pada penyelenggaraan FLONA tahun ini, Taman Margasatwa Ragunan atau Kebon Binatang Ragunan turut ambil bagian dengan mengusung tema: Under The Wings of Jakarta, Reconnecting People, Nature, and The Spirit of Jakarta.
Tema tersebut memiliki makna Di Bawah Naungan Jakarta: Menghubungkan Kembali Manusia, Alam, dan Semangat Jakarta. Tema ini menjadi refleksi bahwa Jakarta bukan hanya sebuah kota dengan aktivitas masyarakat yang dinamis.
Tapi juga memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama. Kehadiran Ragunan dalam FLONA menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa konservasi satwa merupakan bagian penting dari kehidupan perkotaan yang berkelanjutan.
Sayap Elang Bondol, Simbol Jakarta dan Semangat Konservasi
Menguatkan tema tersebut, seperti dirilis Humas Taman Margasatwa Ragunan melalui pesan elektronik redaksi semarak.co, Sabtu (29/8/2026), konsep stan Taman Margasatwa Ragunan mengangkat sayap Elang Bondol, satwa yang menjadi salah satu ikon dan maskot Provinsi DKI Jakarta.
Bentangan sayap Elang Bondol menjadi simbol perlindungan, kebebasan, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam. Di bawah naungan sayap tersebut, Ragunan ingin mengajak masyarakat untuk kembali terhubung dengan alam dan memahami bahwa keberlangsungan satwa merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui desain stan yang mengangkat karakter Elang Bondol, pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati tampilan pameran, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif mengenai konservasi dan keberagaman satwa,” demikian bunyi rilis TMR (Taman Margasatwan Ragunan).
30 Koleksi Satwa Hadirkan Edukasi Konservasi
Dalam FLONA 2026, Taman Margasatwa Ragunan memamerkan sekitar 30 koleksi satwa awetan (opset) yang mewakili tiga kelompok utama, yaitu mamalia, aves, dan reptilia. Koleksi tersebut menjadi media edukasi yang memungkinkan pengunjung mengenal karakteristik berbagai jenis satwa.
Sekaligus memahami peran penting masing-masing dalam ekosistem. Kehadiran koleksi opset satwa juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi keluarga, pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum yang berkunjung ke FLONA.
Taman Margasatwa Ragunan berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi secara beriringan. Melalui FLONA 2026, Ragunan ingin menyampaikan pesan bahwa mengenal alam adalah langkah awal untuk mencintai dan menjaga alam.
“Di bawah sayap Elang Bondol, mari kembali terhubung dengan alam, satwa, dan semangat Jakarta. Under The Wings of Jakarta — Reconnecting People, Nature, and The Spirit of Jakarta,” demikian bunyi rilis humas TMR sekaligus menutup. (hms/gnn/smr)






