Petinju Amerika Serikat (AS), Raymond Muratalla, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu petinju terbaik di kelas ringan dunia. Ia sukses memertahankan gelar juara dunia IBF setelah mengalahkan penantang asal Brasil, Robson Conceicao, melalui kemenangan mutlak atas keputusan dewan juri.
Semarak.co – Pertarungan yang berlangsung di Virgin Hotels Las Vegas, AS, Sabtu malam waktu setempat, berlangsung dalam tempo tinggi sejak ronde pertama. Muratalla langsung mengambil inisiatif menyerang dengan memanfaatkan kecepatan tangan dan pergerakan kaki yang agresif.
Conceicao mencoba mengimbangi permainan sang juara dengan pengalaman dan teknik bertahannya. Namun, petinju Brasil itu kesulitan menembus pertahanan rapat Muratalla yang tampil disiplin menjaga jarak sepanjang pertandingan.
Memasuki ronde-ronde pertengahan, Muratalla semakin mendominasi jalannya laga. Kombinasi jab dan pukulan lurus yang dilepaskannya berkali-kali mengenai sasaran dan memaksa Conceicao lebih banyak bertahan.
Pada ronde ketujuh hingga kesepuluh, Muratalla terus menekan lawannya dengan variasi pukulan ke arah kepala dan badan. Conceicao sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan balik, tetapi upayanya belum mampu mengubah jalannya pertarungan.
Setelah 12 ronde selesai, ketiga juri kemudian memberikan kemenangan telak kepada Muratalla dengan skor 118-110, 119-109 dan 119-109. Skor tersebut menunjukkan serta mencerminkan dominasi Muratalla hampir di setiap ronde yang dijalani.
Kemenangan ini menjadi pertahanan gelar dunia IBF yang sangat meyakinkan bagi petinju berusia 29 tahun. Ia juga memperpanjang rekor tak terkalahkan di dunia tinju profesional dan semakin mengukuhkan posisinya di jajaran elite kelas ringan.
Bagi Robson Conceicao, hasil ini menjadi kegagalan dalam upayanya merebut sabuk juara dunia kelas ringan. Dilansir BoxingScene dan Bad Left Hook (2/8/2026), peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu sebenarnya datang dengan pengalaman menghadapi banyak petinju papan atas dunia.
Usai pertandingan, Muratalla mengungkapkan bahwa proses menurunkan berat badan ke kelas ringan semakin sulit dijalani. Ia mengisyaratkan kemungkinan akan naik ke divisi kelas welter ringan (140 pound) untuk mencari tantangan baru dalam kariernya.
Jika rencana naik kelas benar direalisasikan, duel melawan Conceicao bisa menjadi penampilan terakhir Muratalla sebagai juara dunia kelas ringan IBF. Publik tinju kini menantikan langkah berikutnya dan kemungkinan pertarungan besar melawan para juara dunia di divisi yang lebih tinggi. (net/bs/blh/kim/smr)





