Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau El Nino di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Jumat malam (24/7/2026).
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Arnold P. Ritiauw mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri PU dalam mengantisipasi dampak kekeringan, terutama pada lahan pertanian maupun kebutuhan masyarakat lainnya.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pekerjaan Umum, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bergerak cepat mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan di berbagai wilayah. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada masyarakat maupun lahan pertanian yang mengalami kekurangan air akibat keterlambatan penanganan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, BBWS C3 mengerahkan tiga armada dump truck untuk membawa tandon air masing-masing berisi 3 ribu liter air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Banjarsari, Desa Sukaraja, dan Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunug. Selain itu, diterjunkan pula sebanyak dua unit Mobile Pump dan delapan unit Kempu.
Bagi warga, bantuan ini menjadi harapan di tengah kondisi sulit. Muhammad Syarif, warga Kampung Pasir Keris, Desa Sukaraja, mengaku sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih tersebut.
“Alhamdulillah, adanya bantuan air bisa membantu masyarakat Pasir Keris air untuk memasak, untuk wudhu, dan sebagainya. Masyarakat Pasir Keris senang adanya bantuan air dikarenakan di Pasir Keris Desa Sukaraja kekeringan,” tuturnya.
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan di Kabupaten Banjar
Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mengalami krisis air. Banyak sumur warga dan aliran sungai mengering sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi tersebut, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan air minum ke sejumlah desa terdampak melalui distribusi menggunakan mobil tangki.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, hingga pengentasan kemiskinan.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
Kepala BPBPK Kalimantan Selatan Denny Surya mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum untuk mendistribusikan pasokan air bersih yang bersumber dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula.
“Selain mendistribusikan air minum, kami juga memasang tandon tambahan di sejumlah fasilitas umum agar masyarakat dapat mengakses air dengan lebih mudah dan tertib. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga hingga kondisi pasokan air kembali normal,” ujar Denny, di Banjarmasin, Kamis (23/07/2026).
Bantuan air minum disambut antusias oleh masyarakat. Warga berdatangan membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Suasana penuh semangat terlihat di sekitar lokasi distribusi, sementara anak-anak bermain di sekitar tandon dan para ibu tampak lega karena kebutuhan air keluarga mereka mulai terpenuhi.
Distribusi air ini menjadi wujud nyata komitmen BPBPK Kalimantan Selatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada saat terjadi kondisi darurat akibat kekeringan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah terus berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
Ditjen Cipta Karya Kementerian PU melalui BPBPK Kalimantan Selatan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. (hms/smr)





