Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 2 Brebes, yang meminta Mendes hadir pada haul ke-15 KH Masruri Abdul Mughni dan Munas Alumni pada 14 Juni 2026.
Semarak.co – Mendes Yandri menyambut baik undangan tersebut. Pasalnya, acara Munas tersebut bakal dihadiri oleh ribuan Alumni Ponpes yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
“Itu momentum yang baik untuk mengkampanyekan program-program Pemerintah dan Program Prioritas Kemendes,” kata Mendes Yandri, dirilis humas melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Rabu (3/6/2026).
Dipaparkan Mendes Yandri, saat ini Kementerian yang dipimpinnya sedang menggenjot program Desa Tematik seperti Desa Ayam Petelur, Desa Ikan Nila, Desa Domba hingga Desa Melon. “Desa Tematik ini menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh desa,” katanya.
Hasil produksi Desa Tematik ini, diarahkan untuk memenuhi bahan baku bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain Desa Tematik, Program prioritas lainnya yaitu Desa Ekspor. Kedua program ini bakal beri peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kepada rakyat desa.
Yandri juga menyarankan kepada Ponpes Al Hikmah 2 juga mengajak Desa-desa sekitar untuk sukseskan program Pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mendes Yandri Gandeng UIN SMH Genjot Produksi Desa Tematik dan Desa Ekspor
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten Muhammad Ishom beserta jajaran di kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Mendes Yandri mengajak civitas akademika UIN SMH Banten untuk berkolaborasi dan terlibat langsung dalam proses memajukan desa-desa di Provinsi Banten pada khususnya.
Menurutnya dengan jumlah desa yang mencapai 1.240 di Banten, perlu kolaborasi dan pendampingan lintas sektor sebagai upaya untuk memajukan desa. Dengan jumlah mahasiswa dan alumni UIN yang begitu besar, maka kontribusi dari UIN SMH akan berdampak nyata dan bermanfaat.
“Kalau kita sendiri tidak akan berhasil, Pak. Karena desanya terlalu banyak dan karakteristik masing-masing wilayah itu beda. Kita bimbing mahasiswa bertransformasi menjadi enterpreneurship,” ungkap Mendes Yandri.
Lebih lanjut Yandri mengatakan, saat ini potensi yang ada di desa sangat besar. Banyak program yang ada di desa seperti halnya desa wisata, desa tematik, desa ekspor dan lain sebagainya yang sangat potensial.
Oleh karena itu, ia mengajak peran serta perguruan tinggi khususnya UIN SMH Banten terlibat dalam melakukan pemberdayaan dan pendampingan yang sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.
“Kita punya pangsa dunia itu 59 negara dengan berbagai produk yang mereka minta, sereh mereka minta. Coba kalau di Banten kita buat 10 desa sereh, cuma kalau satu desa tidak memenuhi, kurang barangnya kan. Coba kalau satu kecamatan nanam sereh, bisa itu ekspor. Atau bawang merah, jahe, banyak pokoknya,” ujarnya.
“Ini pekerjaan yang sangat bagus dan terukur. Ini bisa kita lakukan dan kami punya programnya. Kami punya jaringan pemasarannya, punya bantuan permodalannya. Tapi ini kalau tidak kita seriusi ya kasihanlah kita, duit habis, waktu habis tapi tidak ada hasil,” pungkasnya. (hms/smr)





