Anak Transmigran Jadi Tim Patriot, Grasianto Kembali Mengabdi untuk Kawasan Transmigrasi

Dalam Podcast bersama Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Jakarta, Senin (11/5), Grasianto menceritakan orang tuanya mengikuti program transmigrasi pada 1983 dan menetap di Bengkulu.

Lahir dan besar di Kawasan Transmigrasi Mukomuko, Bengkulu, Grasianto, anak pasangan transmigran asal Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali ke kawasan transmigrasi sebagai anggota Tim Ekspedisi Patriot 2025, untuk membantu memetakan potensi ekonomi dan pembangunan wilayah.

Semarak.co – Dalam Podcast bersama Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Jakarta, Senin (11/5), Grasianto menceritakan orang tuanya mengikuti program transmigrasi pada 1983 dan menetap di Bengkulu.

Bacaan Lainnya

“Dari pengalaman hidup di kawasan transmigrasi dengan keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar, saya belajar tentang daya juang dan pentingnya pendidikan. Saya sering bilang, saya ini putra Jawa kelahiran Sumatera,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup FoRWaTrans, Rabu malam (20/5/2026).

Grasianto menempuh pendidikan SD dan SMP di kawasan transmigrasi sebelum melanjutkan SMA di kota demi mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Ia kemudian melanjutkan kuliah S1 di Bengkulu dan memperoleh beasiswa S2 serta S3 di Jepang.

Pada 2025, Grasianto bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot, program Kementrans yang melibatkan akademisi, mahasiswa, dan tenaga profesional untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi. Program tersebut telah menjangkau 154 kawasan transmigrasi dan melibatkan 2.000 Transmigran Patriot.

Dalam penugasannya di Kawasan Transmigrasi Kerang, Kalimantan Timur, Grasianto menghadapi tantangan medan dan akses yang tidak mudah. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu hingga berjam-jam melalui jalur darat dan feri sebelum tiba di kawasan transmigrasi untuk survei dan diskusi bersama masyarakat.

Grasianto berharap semakin banyak anak muda ikut terlibat dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot. “Kalau ingin mengaktualisasikan diri dan memberikan kontribusi nyata, Tim Ekspedisi Patriot adalah wadahnya. Kesempatannya sudah ada. Tinggal kemauannya,” ujar Grasianto.

Mentrans Iftitah mengatakan Tim Ekspedisi Patriot hadir untuk membuka potensi ekonomi baru di kawasan transmigrasi melalui riset dan pendampingan masyarakat. “Tugas Tim Ekspedisi Patriot adalah melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi,” ujar Iftitah.

Menurutnya, transmigrasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perpindahan penduduk, tetapi membangun ekosistem ekonomi baru yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. (HLV/SMR)

Pos terkait