Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ingin ada peningkatan literasi soal pentingnya karatina di lingkup kepala desa (Kades). Jumlah kades yang ada saat ini 75.266 dan masih minim literasi karantina.
Semarak.co – Untuk itu, Mendes Yandri menyatakan, Kemendes akan mengajak Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk MoU dan PKS untuk pertebal literasi karantina. Dia juga akan delapan asosiasi desa, seperti Apdesi Merah Putih, PAPDESI dan PABPDSI.
“Nantinya, kepala desa bisa lebih paham soal karantina agar tidak bermasalah. Kami siap bekerja sama karena ini sangat penting untuk diketahui semua yang ada di desa termasuk 34.000 pendamping,” kata Mendes, dirilis humas Kemendesa melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Senin (11/5/2026).
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyambut kerja sama ini. Barantin menilai desa memiliki potensi sumberdaya yang mumpuni, namun masih terbatas hingga standarisasi mutu belum maksimal. “Kita harus dorong desa prioritas ekspor harus punya standarisasi dan sertifikasi hingga mudahkan ekspor,” kata Kadir Karding.
Dia mengusulkan rasionalisasi sinergi antara Kemendes PDT dengan pihaknya yaitu membuat Desa Ekspor Berbasis Biosekuriti dan Mutu Terjamin. Kemendes diusulkan perkuat kelembagaan BUMDesa, peningkatakan kapasitas produksi, pemberdayaan masyarakat, dan infrastruktur desa.
Barantin sendiri menyiapkan Sistem Biosekuriti, mandat pengawasan lalu lintas komoditas, Standar Sanitary dan Psytosanitary serta fasilitas gerbang ekspor. Realisasi sinergi Kemendes dan Barantin bisa dalam bentuk Desa Berbasis Biosekuriti yang nantinya jadi benteng pertahanan terhadap hama dan penyakit. (hms/smr)





