Tercatat ada 98 ribu guru binaan Kemenag yang eligible untuk ikut ambil bagian pada Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) Batch 4 PPG Dalam Jabatan UKMPPG 2026.
Semarak.co – Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan, UKMPPG bukan sekadar tahapan administratif, melainkan gerbang mutu bagi guru profesional di lingkungan madrasah dan guru agama pada sekolah.
“PPG bukan hanya soal kuota dan kelulusan. Ini tentang membangun ekosistem pendidikan guru yang sehat dan berkelanjutan. UKMPPG harus menjadi standar mutu yang kredibel,” tegas Dirjen Amien, dirilis humas usai acara melalui link resmi kemenag.go.id di WAGroup Jurnalis Kemenag, Kamis (12/2/2026).
Suyitno mengingatkan agar semua pihak berkomitmen bahwa PPG menghasilkan guru yang memiliki kapasitas akademik kuat dan perlu diuji secara objektif. Digitalisasi pembelajaran juga menjadi fokus. Kampus diminta tidak berhenti pada jargon “smart campus”, tetapi benar-benar mengimplementasikan teknologi pembelajaran modern.
Meski berbasis daring, program tutorial bersama dosen secara sinkronus tetap diperlukan untuk menjaga kualitas interaksi akademik. “Kita ingin UKMPPG menjadi cermin integritas dan profesionalisme. Guru yang lulus harus benar-benar kompeten dan siap mengajar,” tegasnya.
LPTK UIN Bandung selaku koordinator penyelenggara UKMPPG Kemenag, melalui Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan Fakry Hamdani melaporkan total peserta PPG Batch 4 yang eligible mencapai 98.036 orang.
Dari jumlah tersebut, 98.005 peserta telah terdata dalam sistem. Sementara itu, data peserta disabilitas masih dalam proses finalisasi dengan jumlah sementara 109 orang. Pelaksanaan UKMPPG akan melibatkan 2.454 pengawas dan 30 penyelia.
Secara keseluruhan, sebanyak 5.008 personel akan hadir dalam penyelenggaraan ujian. Kemenag juga telah menyelesaikan seleksi penguji. Dari proses tersebut, 556 penguji dinyatakan lulus dan siap bertugas, sementara 96 lainnya belum memenuhi standar kelulusan.
UKMPPG terdekat akan dilaksanakan dalam lima sesi pada bulan suci Ramadan. Selain itu, jadwal tambahan digelar pada 21–22 Februari, dengan proses penilaian berlangsung pada 25 Februari hingga 6 Maret 2026.
Penjadwalan ini disusun agar pelaksanaan tetap efektif tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah peserta. Kemenag memastikan kesiapan sistem, pengawas, hingga infrastruktur digital agar pelaksanaan berjalan lancar.
UKMPPG menjadi bagian dari strategi percepatan penyelesaian PPG bagi lebih dari 400 ribu guru madrasah yang masih harus menuntaskan sertifikasi profesi. Pemerintah menargetkan penyelesaian dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Dirjen menekankan bahwa pelaksanaan 2026 akan menjadi barometer keberlanjutan program, mengingat anggaran 2025 banyak terserap di akhir tahun. Karena itu, seluruh LPTK diminta menjaga kualitas layanan, termasuk responsivitas dosen dalam pembelajaran daring.
Kemenag juga memastikan skema PPG Madrasah tetap menggunakan pembiayaan pemerintah dan belum membuka jalur mandiri. Kebijakan ini diambil untuk menjamin pemerataan akses dan menjaga standar mutu nasional. (hms/smr)





