5 Perkara Dapat Bantu agar Sepuluh Malam Terakhir Berjalan Optimal

Grafis Puasa Ramadhan. Foto: internet

Oleh Syaikh Prof. Umar al-Muqbil hafizhahullah *)

semarak.co-1⃣  Tolak adanya keterlibatan daya dan upaya dari dirimu.

Bacaan Lainnya

Demi Allah, hamba sekali-kali tidak akan mampu bertasbih, ruku’ dan membaca satu ayat al-Quran kecuali dengan adanya pertolongan Allah Ta’ala!

Renungkan ayat ini yang senantiasa engkau baca di setiap raka’at,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” [al-Fatihah: 5].

Perbanyaklah mengucapkan dzikir,

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Laa haula wa laa quwwata illa billah”. Artinya: “Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.” Semua semata-mata dari Allah.

Jika dirimu berserah sepenuhnya pada daya dan upaya sendiri, sungguh engkau diserahkan pada sosok yang kerdil dan lemah. Perbanyaklah permohonan kepada-Nya agar Dia menolongmu untuk menjalani sisa waktu yang ada karena hal ini merupakan sebab terbesar untuk mengundang pertolongan dan taufik dari Allah ta’ala.

2⃣ Lakukanlah amal seolah-olah engkau tidak akan menjumpai lagi sepuluh malam terakhir Ramadhan kecuali di tahun ini saja!

Jika engkau futur atau nafsumu mengajak malas, maka ingatkan dia bahwa beramal selama satu jam di malam kemuliaan (Lailatul Qadr) lebih baik daripada beramal selama 3.000 hari atau lebih dari 80 tahun. Dan beramal selama satu menit di saat itu lebih baik daripada beramal selama 50 hari. Sungguh merugi mereka yang tidak mampu memperoleh keutamaan tersebut!

3⃣ Jauhi majelis yang dipenuhi senda-gurau dan kelalaian!

Berusahalah agar mayoritas waktu dipenuhi dengan khulwah (bersendirian) dengan Allah, entah engkau melakukannya di masjid atau di rumah. Setiap orang lebih mengetahui kondisi dirinya. Jika dia mampu beri’tikaf di masjid, maka hal itu baik. Namun, bagi yang belum mampu, janganlah melewatkan kesempatan untuk menyendiri beribadah kepada Rabb-nya meski dilakukan di rumah.

4⃣ Variasikan ibadahmu, entah dengan membaca al-Quran, shalat, berdo’a, berdzikir mutlak, atau merenungkan berbagai nikmat Allah yang diberikan kepadamu.

Variasi ibadah ini salah satu tips yang ampuh untuk menghilangkan rasa bosan dan malas.

5⃣ Apabila Allah membantumu untuk melakukan suatu ibadah, waspadalah jangan sampai engkau ujub, berbangga dengan ibadah tersebut. Sungguh hal itu bisa menggugurkan pahala ibadahmu.

Ingatlah bahwa di permukaan bumi ini pasti ada hamba-hamba Allah yang lain, lebih bersemangat dan bertakwa dari engkau. Patokannya adalah bagaimana amal dapat diterima bukan sekadar memperbanyak Amal.

 

sumber: t.me/dr_omar_almuqbil di WAGroup Ajang Diskusi (postMinggu31/3/2024/alhamdulillah)

Pos terkait