Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menghadiri peluncuran Aplikasi Rekat Indonesia di Jakarta. foto: detik.com

Pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membentuk Relawan Kawal TPS (Rekat) Indonesia. Tujuannya, untuk memantau hari H pencoblosan di tiap TPS, 17 April 2019. Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno menghadiri peluncuran aplikasi Rekat Indonesia dari para relawan pendukung Prabowo – Sandi.

Sandi, sapaan akrab Sandiaga Salahudin Uno, dengan aplikasi berbasis native mobile ini, relawan dapat terus mendata seluruh aktivitas pilpres dengan data yang tersimpan dan mampu terkirim secara otomatis. Aplikasi ini dapat diunduh di Playstore.

“Rekat  Indonesia, insya Alah akan rekatkan kita. Kita kawal TPS kita. Karena satu suara tentukan masa depan bangsa. Ini proses kampanye yang partisipasi, kolaboratif,” ucap Sandi dalam sambutan, di Al Jazzeerah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (3/3).

Sandi ingin aplikasi bisa membantu pesta demokrasi nanti dengan baik. “Aplikasi ini mudah-mudahan bisa segara dipakai dan bantu mengawal. Pastikan bahwa hasil nanti cocok,” kata Sandi.

Seolah tidak ingin hasil Pilpres 2014 terulang, relawan Prabowo Sandi dari berbagai elemen membentuk lembaga untuk mengawal hasil Pilpres 2019 ini. Ada tiga fungsi dari aplikasi Rekat Indonesia, yaitu menggalang, mengawal, dan menjadi bukti digital perolehan suara bagi 02.

“Dan jika lembaga survei mampu memantau perhitungan secara quick count, maka aplikasi Rekat Indonesia oleh para penggagas dan pembuat sistem, mampu bergfungsi sekaligus sebagai quick count maupun real qount,” kata Tanty Widanarti, Koordinator TIM IT Rekat Indonesia, dalam rilisnya.

Aplikasi juga dibentuk untuk memantau jalannya pemilihan yang jujur, adil dan tanpa kecurangan. “Alhamdulillah aplikasi Rekat Indonesia mempersatukan kita. Aplikasi ini memudahkan para relawan di dalam maupun luar negeri bisa dengan mudah melakukan upaya kawal TPS,” ujar Tanty dihadapan hadirin, termasuk tokoh-tokoh pendukung Prabowo-Sandi seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Neno Warisman.

Aplikasi yang digunakan berbasis native mobile, kata Tanty, tidak ada lagi kendala akibat kondisi geografis wilayah atau ketersediaan jaringan. Sistem yang ada memungkinkan relawan bisa terus mendata seluruh aktivitas pilpres dengan data yang tersimpan dan mampu terkirim secara otomatis. “Rekat Indonesia mampu berperan sebagai quick count maupun real count hasil pilpres nantinya,” ungkapnya. (dtc//jpn/lin)

 

sumber: fajar.co.id

3 KOMENTAR

  1. Dari semenjak di launching sampai skrg, aplikasinya tidak bisa mendaftar, tolong redaksi sampaikan ke admin Aplikasi Rekat Indonesia

LEAVE A REPLY