Penghargaan diberikan oleh William Mullaly, Editor of the Brand Islamic Business and Finance (kanan) kepada Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati (kiri) bertempat di Intercontinental Hotel, Kuala Lumpur (4/12/2018). foto: dok humas

Bank BNI Syariah kembali meraih penghargaan internasional sebagai The Best Commercial Bank kategori bank syariah di Indonesia dalam acara Islamic Business & Finance Southeast Asia Award 2018 di Malaysia, Selasa (4/12).

Penghargaan diberikan William Mullaly, Editor of the Brand Islamic Business and Finance, majalah yang mensurvei kinerja lembaga keuangan di Asia Tenggara. Penghargaan diterima Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati di Intercontinental Hotel, Kuala Lumpur Malaysia, (4/12).

Metode penilaian berdasarkan berbagai aspek. Di antaranya kinerja keuangan, laporan keuangan tahunan, hasil riset yang dilakukan oleh tim peneliti, voting online dan pendapat pakar di dalam industri perbankan syariah.

Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati mengatakan, BNI Syariah berkomitmen sebagai Hasanah Banking Partner memberikan produk dan layanan yang lengkap bagi seluruh segmentasi nasabah baik dana maupun pembiayaan. BNI Syariah melayani nasabah dengan produk pembiayaan komersial dan SME.

Di antaranya, rinci Dhias, melalui fasilitas pembiayaan modal kerja atau investasi, anjak piutang, maupun pembiayaan melalui sindikasi bersama bank lainnya seperti pembiayaan infrastruktur pembangunan jalan tol di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta dan semarang.

Selain itu, lanjut dia, untuk memberikan layanan yang lebih luas BNI Syariah bersinergi dengan induk BNI melalui supply chain financing berupa pembiayaan bagi vendor, supplier dan buyer dengan fasilitas pendukung yakni cash management, e-banking, aplikasi digital banking yang terus dikembangkan.

Dari sisi pembiayaan komersial per November 2018 sebesar Rp 6,558 triliun tumbuh sebesar 70,92 persen year on year dibanding November 2017 sebesar Rp 3,837 triliun. Penyaluran pembiayaan komersial terbesar di sektor konstruksi sebesar 39 persen diikuti sektor industri pengolahan 20 persen, perdagangan 13 persen, jasa dunia usaha 11 persen, sektor listrik, gas dan air 7 persen, sosial masyarakat 6 persen, sektor pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 4 persen dan pendidikan 1 persen.

“Kami tetap optimis pembiayaan komersial BNI Syariah tumbuh positif hingga akhir 2018 dengan berbagai perluasan sektor pembiayaan dan penguatan sektor halal ecosystem,” ujar Dhias dalam rilis Humas BNI Syariah, Selasa malam (4/12).

Keterlibatan perseroan dalam sejumlah proyek infrastruktur, sambung dia, merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di dalam negeri. “BNI Syariah tidak hanya berkiprah sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan perbankan lain melalui pembiayaan sindikasi. BNI Syariah berharap terus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.

Islamic Business and Finance Magazine adalah media pertama yang mendedikasikan untuk pemberitaan keuangan islam yang berdiri sejak tahun 2005 dengan topik seputar ritel, commercial and investment banking, sukuk, takaful, permodalan, komoditi, wealth management, bisnis halal, dengan coverage media sampai dengan middle east, asia tenggara, asia tengah, eropa, dan amerika utara.

Kinerja BNI Syariah

Pertumbuhan kinerja BNI Syariah selama tahun 2018 tumbuh positif diatas rata-rata industri. Per triwulan 3 tahun 2018  Laba bersih mencapai Rp306,6 Miliar atau naik 24,3 persen dari bulan September tahun 2017 sebesar Rp246,6 Miliar.

Cerminan pertumbuhan terlihat dari aset BNI Syariah pada triwulan 3 tahun 2018 yang mencapai Rp38,9 Triliun atau naik sebesar 21,5 persen year on year (yoy) dari triwulan 3 tahun 2017. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 14,2 persen (data SPS per Agustus 2018 BUS-UUS).

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp26,9 Triliun atau naik 19,3 persen yoy dengan kontribusi pembiayaan terbesar pada segmen Konsumer sebesar Rp13,6 Triliun (50,8%) diikuti oleh segmen Komersial sebesar Rp6,1 Triliun (22,5%), segmen Kecil dan Menengah Rp5,8 Triliun (21,5%), segmen Mikro Rp1,0 Triliun (3,8%) dan Hasanah Card Rp394 Miliar (1,5%).

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp33,5 Triliun atau naik 21,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 9,6 persen (data SPS per Agustus 2018 BUS-UUS) dengan jumlah nasabah sebesar 2,8 juta.

BNI Syariah senantiasa menjadi mitra yang Hasanah (Hasanah Banking Partner) dengan mendampingi seluruh nasabah melalui layanan dan produk unggulan sejak lahir sampai mempersiapkan  kehidupan di akhirat kelak yang dinamakan dengan Hasanah Way seperti tabungan BNI iB Hasanah, BNI Griya iB Hasanah, BNI iB Hasanah Card dan produk unggulan lainnya.

Saat ini perkembangan era digital dan financial technologi, mendorong BNI Syariah untuk terus ber-inovasi dengan meluncurkan aplikasi Wakaf Hasanah, Hasanah Personal, dan Tapcash untuk pembayaran tol, kereta, commuterline, busway, parkir dan pembayaran lainnya yang bekerjasama dengan BNI.

Berkat kepercayaan dari seluruh mitra stakeholders inilah sampai dengan November 2018 BNI Syariah telah memperoleh 54 penghargaan dari media dan berbagai institusi, salah satunya kinerja terbaik 5 tahun berturut-turut dari Infobank, The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dari Alpha Southeast Asia dan The Best Sharia Bank in Asia and Turkey 2018 serta Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo sebagai The Best Global Leader in Asia and Turkey 2018 dari Majalah Economic Review. (lin)

LEAVE A REPLY