Perwakilan fintech Perdana menyerahkan bantuan pada korban bencana tsunami Selat Sunda. Foto: dok Humas Perdana

Perusahaan pinjaman online terdepan di Indonesia, Perdana turut berduka atas bencana tsunami yang menimpa warga dan pengunjung di kawasan Selat Sunda, 22 Desember lalu. Itu diwujudkan dengan dana bantuan senilai Rp 30 juta melalui Palang Merah Indonesia Cilegon.

Tak hanya itu, perwakilan Perdana juga menyerahkan bantuan berupa kompor gas, alat masak, dan kebutuhan praktis lainnya seperti sabun mandi dan cuci, obat-obatan, pakaian dalam, popok dan pembalut wanita.

Chief Communications Officer (CCO) Perdana Randy Salim mengatakan, pakaian layak pakai dan isi kotak amal hasil sumbangan para karyawan Perdana ikut diserahkan pada bencana yang menelan ratusan korban jiwa dan menelantarkan belasan ribu warga lainnya.

“Perdana turut berduka cita atas musibah tsunami yang menimpa warga di sepanjang Selat Sunda dan kepada para korban yang kini hidup di berbagai lokasi pengungsian, kami ingin tegaskan: kami adalah teman kalian, dan sebisa mungkin kami ingin membuat hidup kalian lebih lancar, lebih nyaman di masa yang sangat sulit ini,” kata Randy dalam rilis Humas Perdana, Minggu (30/12).

Setelah berkoordinasi dengan pihak Palang Merah Indonesia, pihaknya diinformasikan bahwa bantuan berupa bahan makanan sudah banyak diterima dari berbagai sumber. Yang lebih dibutuhkan saat ini adalah dapur umum yang memadai.

“Karena itulah kami fokuskan bantuan ke arah sana dengan mendonasikan sejumlah kompor gas dan peralatan masak sehingga teman-teman di lokasi pengungsian bisa lebih mandiri,” ujarnya.

Seperti diketahui, Perdana adalah perusahaan fintech yang bergerak di segmen cash loan dan resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perdana kini dalam proses memenuhi syarat untuk mendapatkan lisensi operasional penuh.

Terdapat dua produk pinjaman yang ditawarkan Perdana, yaitu senilai 800 ribu dan 1,5 juta rupiah, dan jumlah itu persis yang akan ditransfer ke rekening pelanggan yang memenuhi syarat tanpa potongan biaya administrasi. Kedua jumlah pinjaman ini memiliki waktu jatuh tempo 14 hari dan bisa diakses di 488 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. (lin)

LEAVE A REPLY