Dirut RNI Didik B Prasetyo (kedua dari kanan) memotong pita tanda peresemian kantor. foto: Humas RNI

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo, anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) meresmikan kantor dan gudang baru milik sendiri di Solo Jawa Tengah.

Rajawali Nusindo, yang bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan, ini secara tidak langsung memindahkan kantor cabang soloyang sebelumnya di Jl Tentara Pelajar No 21 Gilingan Banjarsari Solo. Peresmian gedung dan gudang ini ditandai dengan penyerahan simbolis pohon Perindang dan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama RNI B. Didik Prasetyo.

Direktur Utama Rajawali Nusindo Sutiyono mengatakan, pembangunan kantor dan gudang baru bertujuan untuk menyesuaikan bisnis sesuai dengan target operasional 2019.

“Selain sebagai bentuk optimalisasi aset dan investasi agar memberikan nilai tambah searah dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan distribusi yang unggul dan terpercaya,” ujar Sutiyono dalam rilis Humas RNI, Senin (15/7/2019).

Pada 2018, PT Rajawali Nusindo memperoleh omzet sebesar Rp3,4 triliun. Sedangkan tahun 2019 ini, target meningkat menjadi Rp 4,6 triliun. “Ini menunjukan Rajawali Nusindo berkembang sedemikian agresif dan bisa dipercaya,” ujarnya.

Saat ini, aktivitas bisnis Rajawali Nusindo Cabang Solo terus menunjukan tren positif yang ditunjukkan dengan produk dan principal yang semakin bertambah yang ditunjukkan dengan angka kinerja Cabang yang selalu tumbuh.

PT Rajawali Nusindo Cabang Solo merupakan salah satu unit usaha yang diandalkan dalam meningkatkan pendapatan konsolidasi Rajawali Nusindo. Pada 2018, cabang yang memiliki 33 orang karyawan ini mampu memperoleh laba Rp1,6 miliar dengan nilai penjualan Rp45,7 miliar.

“Pada 2019 ini perusahaan menargetkan perolehan laba Rajawali Nusindo Cabang Solo meningkat menjadi Rp2,6 miliar dengan penjualan di angka Rp.62  miliar,” katanya.

Hal lain yang tidak kalah penting, kata Sutiyoo, peresmian ini diharapkan Rajawali Nusindo Cabang Solo memiliki fasilitas yang lebih baik. Dikarenakan cabang Solo sudah memperoleh sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB).

“Diharapkan omset dari lini perdagangan dan distribusi obat dan alat kesehatan dapat semakin bertambahn dan terus meningkat,” ujarnya.

Solo, nilai dia, memiliki potensi yang besar di bidang industri kesehatan. Banyak peluang yang dapat dikembangkan oleh Rajawali Nusindo Cabang Solo, antara lain produk alat kesehatan dan Total Laboratorium Solution (TLS).

Perkembangan rumah sakit pemerintah dan swasta adalah potensi utama untuk dilayani dan diajak bekerja sama. Selain itu, perkembangan Solo yang pesat membuka peluang peningkatan produksi dan perdagangan kebutuhan pokok, seperti gula dan beras.

Adapun beberapa prinsipal utama Rajawali Nusindo Cabang Solo mencakup obat-obatan, vaksin; suplier dari luar negeri dari Eropa, Amerika, Inggris, Korea, China, dan Malaysia berupa alat kesehatan kedokteran dan laboratorium, produk habis pakai, dan investasi.

PT Tokai Dharma Indonesia untuk korek api gas, rinci Sutiyono, Elektrical Loyal untuk stop kontak, saklar. Produk yang akan menyusul meliputi produk lampu, herbal, laundry, dan alat anaestesi.

Bahkan para pabrikan luar negeri sangat antusias untuk dapat secara bersama mendirikan pabrik alkes di Indonesia bersama Rajawali Nusindo dalam rangka kemandirian industri alkes di Indonesia.

Kerja sama yang telah dijalan dengan baik dengan seluruh pelanggan, harap dia, terus ditingkatkan dan tetap dijalin dengan sebaik mungkin.

Hubungan baik harus dijaga, sambungnya, melalui komunikasi yang baik dan dengan penyelesaian complain pelanggan yang cepat, baik di Dinkes, RS, Apotek, Toko Obat, Grosir maupun pasar tradional.

“Kantor pusat akan senantiasa mensupport tambahan produk berkualitasnya agar kepuasan pelanggan terus meningkat,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY