Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid. foto: internet/ngopibareng.id

Letnan jenderal (Letjen) TNI (purn) Syarwan Hamid marah besar. Ini postingan mantan pejabat Orde Baru yang ramai viral di medsos: Menurut Syarwan Hamid, Presiden dan jajarannya berpotensi menjadi pengkhianat bangsa.

“Saya hampir 15 tahun bertugas di satuan Intel dan pernah mengalami pendidikan Intel strategis, betul-betul tak paham menterjemahkan fenomena apa, atau pakai teori apa Presiden dengan jajarannya menangani masalah Bangsa, khususnya Keamanan Negara ini.

Semakin hari bertambah terus warga Cina yg patut diduga berstatus atau berkualifikasi paramiliter masuk ke Indonesia, terbanyak di bagian Timur. Saya kira bagi mereka yang punya rasa memiliki terhadap NKRI, terlebih yg memiliki qualifikasi intel atau punya aparat intel pasti akan sangat risau dan gemas.

Berhari-hari ini masyarakat mempertanyakan masalah itu, namun pihak yg kompeten, Presiden,TNI ,Polri, Wakill Rakyat bungkam berjuta-juta bahasa. Kenapa????????? Anda semua telah membuka pintu Republik ini lebar-lebar untuk dimasuki oleh anasir Cina, (jangan naif menganggap mereka hanya sekedar buruh).

Sebelum ada jawaban yang masuk akal, maaf Saya menilai Presiden dan jajarannya berpotensi jadi Pengkhianat Bangsa atau bisakah itu dianggap” kecerobohan”?

Terkutuklah kalian jika kelak terjadi petaka pd Negri ini. Insya Allah Saya yakin Rakyat akan memobilisasi perlawanan, jika gejalanya akan menjadi serius.
Syarwan Hamid.

Berita Asal: https://www.ngopibareng.id/timeline/syarwan-hamid-marah-besar-1233584

Postingan dari mantan Kassospol ABRI sempat menjadi viral di media sosial. Sampai berita ini diturunkan, redaksi belum berhasil mendapatkan konfirmasi kebenaran dari postingan tokoh tentara Orde Baru ini.

Hasil penelusuran di Facebook juga belum diketahui secara pasti apakah akun yang menyebarkan postingan ini adalah akun resmi dari mantan Menteri Dalam Negeri ini. Seperti diketahui, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid (lahir di Siak, Riau, 10 November 1943; umur 73 tahun) adalah tokoh militer dan politik Indonesia.

Ia pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia juga dikenal sebagai tokoh gerakan Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya dulu. Lulus Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1966, menurut data wikipedia, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando ABRI dan Lemhanas.

Hamid pernah menjadi Kasrem 063/SGJtahun 1985. Kemudian menjabat Kapendam III/Siliwangi tahun 1986, Pardor Sarli Dispenad pada 1988 dan Asisten Teritorial Kodam Jaya, 1989. Setelah itu ia bertugas menjadi Danrem 011/Lilawangsa Aceh, 1990. Saat menjabat Komandan Korem Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh ia berhasil mengatasi pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka terhadap NKRI.

Atas jasanya Hamid diangkat menjadi Kadispen TNI Angkatan Darat pada tahun 1992 dengan pangkat Brigadir Jenderal (bintang satu). Tak lama kemudian jadi Kapuspen TNI tahun 1993, Assospol Kassospol ABRI tahun 1995, hingga menjabat Kassospol ABRI dengan pangkat letnan jederal pada tahun 1996. ***

 

sumber: WA Group #2019PrabowoPresiden

2 KOMENTAR

  1. GORO-GORO=Ass..Wr..Wb,, Jeli dan Cerdas Penglihatan Bp,Sarwan Hamid, Mmg demikian adanya, sebenarna rakyat kecil sdh tahu , Arah kemana Politik Negei ini, Gonjang ganjing Papua br saja Reda-walau sdh tenang aman tapi gejolak orang Papua yg ingin merdeka pasti masih ada, tidak boleh dipungkiri itu, belum reda sdh ada tanda Gejolak tentang rencana pemindahan Ibukota yg pasti Pro dan Kontra terjadi , Perlu diingat apakah pondasi ekonomi Bangsa ini sdh kuat, dg pemindahan tersebut? Ibarat Pepatah Lebih besar Pasak dari pada Tiang , Hutang lagi, Inves dr Luar , yang akhirnya orang luar berjejal hidup di negeri ini , dan penduduk asli paling jadi jongos , Pembantu , Elitpun akan kalah dg Iming- iming UANG , dg Uang semua kebeli dan tidak perlu perang dg senjata , mereka bs merebut dg uang karena sdh berkuasa , mau menyalahkan siapa … Para Pahlawan hanya bs menangis mereka dulu berjuang skrg yg menikmati bukan bangsanya, bukan anak cucunya , semoga Bangsa ini bs bangkit dengan kaki tangan sendiri, Adem Ayem Geemah Ripah Lohjinawi ,salam MERDEKA”

  2. GORO-GORO=Ass..Wr..Wb,, Jeli dan Cerdas Penglihatan Bp,Syarwan Hamid, Mmg demikian adanya, sebenarnya rakyat kecil sdh tahu , Arah kemana Politik Negeri ini, Gonjang ganjing Papua br saja Reda-walau sdh tenang aman tapi gejolak orang Papua yg ingin merdeka pasti masih ada, tidak boleh dipungkiri itu, belum reda sdh ada tanda Gejolak tentang rencana pemindahan Ibukota yg pasti Pro dan Kontra bakal terjadi , Perlu diingat apakah pondasi ekonomi Bangsa ini sdh kuat, dg pemindahan tersebut? Ibarat Pepatah Lebih besar Pasak dari pada Tiang , Hutang lagi, Inves dr Luar , yang akhirnya orang luar berjejal hidup di negeri ini , dan penduduk asli paling jadi jongos , Pembantu , Elitpun akan kalah dg Iming- iming UANG , dg Uang semua kebeli dan tidak perlu perang dg senjata , mereka bs merebut dg uang karena sdh berkuasa , mau menyalahkan siapa ?… Para Pahlawan hanya bs menangis mereka dulu berjuang skrg yg menikmati bukan bangsanya, bukan anak cucunya , semoga Bangsa ini bs bangkit dengan kaki tangan sendiri, Adem Ayem Gemah Ripah Lohjinawi ,salam MERDEKA”

LEAVE A REPLY