Fadli Zon membacakan puisi karyanya di Taman Ismail Marzuki

Wakil Ketua DPR yang juga merupakan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon, mendapat hadiah cindera mata berupa golok Pamor, dari panitia Pameran Karya Kreasi Golok Budaya Indonesia dan Seminar UMKM. Golok itu sendiri merupakan pemberian dari bapak Biem Benjamin, anggota DPR dari Fraksi Gerindra, yang juga merupakan inisiator acara tersebut.

Kegiatan ini dalam rangka Hari Parlemen Indonesia, bertempat di aula gedung Nusantara II komplek DPR/MPR-DPD RI. Acara yang diadakan oleh Fraksi Gerindra DPR ini berlangsung selama 3 hari, dari 11-13 Oktober 2017.

Usai mengikuti rapat DPR, legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat III Fadli Zon berkeliling meninjau ke seluruh stand, dan cukup lama berada di stand golok. Ini karena Fadli Zon merupakan kolektor senjata tajam antik seperti keris dan beberapa jenis senjata tajam asli budaya bangsa lainnya.

Dia tampak antusias saat mendengarkan paparan mengenai koleksi senjata yang dipamerkan, seperti golok, klewang, badik, dan lainnya oleh penjaga stand. Fadli Zon pun bercengkrama dengan peserta bazar, dari elemen-elemen Partai Gerindra, seperti Sohib Bang Biem, PIRA, KGN, dan OK OCE.

“Saya berharap masyarakat dapat mengenal senjata tradisional, karena senjata-senjata itu merupakan kekayaan seni dan budaya nusantara yang harus terus dilestarikan,” tutupnya.

Menjelang tahun ketiga kepemimpinan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla Wakil Ketua DPR Fadli Zon menuliskan puisi yang berjudul ‘Tiga Tahun Kau Bertahta’. Puisi berisi kritik terhadap pencapaian pemerintah saat ini.

Dalam puisinya yang diterima detikcom, Jumat (13/10), Fadli menyinggung perekonomian di Indonesia yang disebutnya cenderung menurun. Fadli juga mengkritik sejumlah ulama yang dikriminalisasi. (gyc/dtc/lin)

Berikut ini puisi ‘Tiga Tahun Kau Bertahta’ selengkapnya:

TIGA TAHUN KAU BERTAHTA

tiga tahun kau bertahta
semakin banyak tanda tanya
mau dibawa kemana Indonesia
hidup rakyat makin susah
petani rugi panen masalah
nelayan dilarang pakai cantrang
buruh dihadang pekerja asing negeri seberang
pedagang bangkrut pelanggan hilang
toko tutup supermarket redup
daya beli jatuh transaksi runtuh
utang melambung membubung menggunung
ekonomi diambang stagnasi

tiga tahun kau bertahta
harga listrik makin gila
bbm mahal luar biasa
subsidi tak ada lagi
pajak sana pajak sini pajak semua lini
korupsi tetap tinggi tak berhenti
narkoba bebas mengganas dimana-mana
tentara dan polisi rebutan senjata

tiga tahun kau bertahta
keadilan cuma wacana
ulama dihina difitnah dipenjara
suara kritis diancam pidana
hukum diatur sesuai selera
demokrasi fatamorgana

dimanakah kau berada?
meletakkan batu pertama
menggunting pita di berbagai kota
infrastruktur sini infrastruktur sana
entah punya siapa untuk siapa
tapi rakyat tetap susah
pengangguran melimpah
biaya hidup bikin marah
dan kau tetap sumringah
asyik bagi kartu dan sepeda
masih terus kampanye saja

tiga tahun kau bertahta
rasanya waktu begitu lama
terbuang sia sia

Fadli Zon
Perjalanan Jakarta-Amsterdam, 13 Oktober 2017

LEAVE A REPLY