Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah menunjukan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi didampingi Bob Apriawan Direktur Network Telkomsel, Edward Ying Direktur Planning & Transformation Telkomsel.

Telkomsel telah menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi yang menyatakan Telkomsel telah memenuhi syarat kelaikan operasi untuk penyelenggaraan telekomunikasi di frekuensi 2,3 GHz. Operator pelat merah ini pun sukses melakukan uji laik operasi (ULO), pasca pengumuman resmi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz, di akhir Oktober 2017.

Anak usaha PT Telkom ini langsung melakukan serangkaian aktivitas agar pelanggan dapat merasakan teknologi TDD (Time Division Duplex) 2,3 Ghz yang akan memberikan pengalaman Internet cepat dengan kualitas yang lebih baik.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya terus gerak cepat pasca pengumuman pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz, agar pelanggan dapat segera merasakan pengalaman mobile broadband Telkomsel yang lebih baik lagi. Penyesuaian izin jaringan bergerak seluler pun sudah selelsai dan telah ditetapkan oleh Kominfo.

“Tambahan spektrum ini memungkinkan Telkomsel untuk memperkuat dan memaksimalkan kualitas layanan layanan 4G LTEbagi pelanggan, khususnya di wilayah-wilayah yang kapasitas penggunaan layanan datanya sudah padat. Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, Telkomsel mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan pelanggan pun semakin nyaman dalam mengakses berbagai informasi secara mobile, khususnya layanan video streaming,” ujar Ririek pada wartawan di gedung Smart Office Telkomsel, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (28/11).

Saat ini BTS LTE TDDyang mendukung layanan TDD 2,3 GHz secara bertahap digelar di area Jabodetabek yang memiliki tingkat kepadatan layanan data yang tinggi, dan diharapkan pada pertengahan Desember 2017, sebanyak 500 BTS LTE TDD akan tergelar tidak hanya di Jabodetabek namunjuga di Palembang dan Bandung. Ke depannya,di awal tahun 2018, BTS LTE TDD akan digelar untuk menyasar kota-kota lainnya di seluruh Indonesia yang memiliki kepadatan akses layanan data yang cukup tinggi.

Untuk dapat menikmati layanan LTE TDD 2,3 GHz ini, pelanggan tidak perlu melakukan penggantian simcard selama handset yang digunakan sudah support band frekuensi LTE TDD 2,3 GHzdan berada dalam coverage layanan LTE TDD 2,3 GHz. Saat ini dari sekitar 50 juta handset LTE yang ada di jaringan Telkomsel, sekitar 85% diantaranya sudah dapat mensupport layanan ini. LTE TDD 2,3 GHzini dapat memberikan layanan throughput Downlink yang lebih baik, dikarenakan besarnya lebar bandwidth yang digunakan.

“Dengan tambahan spektrum ini, akan memungkinkan pelanggan kami menikmati layanan broadband dan layanan digital dengan kualitas dan kecepatan akses yang lebih baik. Dalam jangka panjang, tambahan spektrum ini juga memungkinkan kami untuk terus memberikan layanan data terbaik kepada masyarakat secara kompetitif”, jelas Ririek didampingi Bob Apriawan Direktur Network Telkomsel, Edward Ying Direktur Planning & Transformation Telkomsel.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini ketersediaan spektrum di Indonesia masih sangat terbatas dan sangat langka, sementara perbandingan antara jumlah pelanggan dan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional. Dengan pertimbangan tersebut dan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah populasi yang sangat besar di Indonesia, maka nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan penting untuk Telkomsel.

Adapun komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz. (lin)

LEAVE A REPLY