Zak Sorga membacakan puisi karyanya bertajuk Sukma Mati. foto: internet

Puisi bertajuk Sukma Mati karya Zak  Sorga ini dibacakan sendiri yang kemudian diunggahnya ke akun youtube dan media sosial lain. Sebenarnya puisi ini sempat viral di 2018 atas balasan puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul Ibu Indonesia yang menuai polemik.

semarak.co -Seperti diketahui, puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam acara “29 Tahun Anne Avantie Berkarya” di Indonesia Fashion Week 2018. Video pembacaan puisi itu lalu beredar dan ramai dibahas.

Pasalnya puisi tersebut dianggap SARA dan menghina syariat Islam. Sukmawati membantah dan mengatakan bahwa apa yang disampaikannya adalah pendapat pribadi sebagai budayawan. Menurut Sukmawati, tidak ada isu SARA sama sekali dalam puisi yang dibawakannya.

Seperti menanggapi puisi kontroversial tersebut, Zak Sorga, budayawan yang juga pendiri Teater Kanvas membuat dan membacakan puisinya berjudul “SUKMA MATI”. Hingga saat ini, puisi yang diunggah di laman facebook akun Amina Fitriani, 3 April 2018 tersebut sudah dibagikan sebanyak lebih dari 5000 kali.

Apalagi Sukmawati kembali berulah dengan dicap banyak orang menyamakan Bung Karno dengan Nabi Muhammad SAW. Puisinya kembali viral bahkan bukan Zak Sorga sendiri, tapi banyak pembacaan yang diunggah orang lain karena jadi relevan. Seperti apa isi puisinya?

SUKMA MATI

sukma mati
raga mati
fikiran mati
rasamu mati
harga diri mati
kau berjalan bagai zombie .
kau khianati negeri sendiri
kau hujat syariat islam yang suci
seolah kau bertangan besi
Ingin memadamkan cahaya ilahi.
.
Cahaya Ilahi
adalah cahaya segala cahaya
tanpa itu kau buta
gelap gulita
Lebih hina dari binatang melata

sukma mati
ragamu mati
fikiranmu mati
rasamu mati
kau berjalan merangkak-rangkak
nyeri tanpa harga diri

Tanah pun kau belum
Udara pun kau belum
Besi pun kau belum
kau hanya mengkais-kais
remah-remah kepahlawanan
apa kau tak malu?

Sukma mati
kau lahir dari mimpi yang lain
Fikiranmu tercemar
Cintamu Nanar
Indonesia tak membutukanmu
Tanpa tobat kau akan sekarat
dirimu terus melarat
Hidupmu akan tersayat-sayat
berkalang sunyi
Nyeri abadi.

 

Zak Sorga, Sutradara Sinetron/Teater/Penulis naskah dan skenario

LEAVE A REPLY