salah satu adegan dari pentas Teater Patri di Unpam

Pentas Teater Patri Tangerang Selatan yang membawakan naskah karya Irwan Jamal bertajuk Aktor Aktor yang Tersesat dalam Drama Tanda Tanya sebagai pamungkas rangkaian acara “Sound of Arts 2.0” Lingkung Jangan Linglung Mari Bergabung di Aula Rektorat Universitas Pamulang (Unpam), tadi malam Jumat (4/5), betul-betul memukau. Ratusan penonton berstatus mahasiswa sastra Inggris dan sastra Indonesia Unpam ditambah para alumni sepertinya mendapatkan pencerahan akan apa itu teater dan aktor.

Tidak saja mengenalkan apa itu teater modern atau kontemporer, ada juga kandungan pengetahuan akan para pengarang naskah top dunia, seperti Albert Camus, William Shakespears, Eugene Ionesco, Jean Paul Sartre, termasuk yang lokal masuk nama Arifin C Noer dan WS Rendra

Sedangkan dari apa itu aktor, penonton diberikan pencerahan akan keaktoran yang mengandung imajinasi, ambisi, karakteristik, dan fantasi. Penegasan ini diwujudkan oleh Irwan Jamal dengan dialog, siapa aku? Tokoh-tokoh yang berjalan di labirin. Watak yang berganti-ganti, kita adalah watak manusia absurd.

Ya, ini bentuk pilihan pentas teater modern yang kekuatannya pada keaktoran dan intelektual. Sehingga penontonnya seolah segmented hanya orang-orang sastra, teater, atau penikmati seni. Karena produksi yang disutradarai Givari Septian ini bisa menimbulkan gangguan pikiran penonton dengan pertanyaan, jadi kapan berakhirnya pertunjukkan ini? Apakah habis begitu saja nantinya? Karena teater modern memang berdekatan dengan bentuk pertunjukan absurd tadi.

Ini beda dengan naskah-naskah klasik seperti genre realis. Yang tangga atau struktur dramatisnya jelas dan mengajak penontonnya terlibat langsung dengan pengadeganan secara tidak langsung. Namun akhirnya seperti apa, mahasiswa jadi tidak alergi lagi usai menonton teater.

Dekan Fakultas Sastra Unpam Djasminar Anwar menyampaikan terimakasih kepada yayasan Sasmita Jaya dan jajaran rektorat yang sudah membantu terlaksananya acara ini. “Ini sebuah event dimana mahasiswa kita dapat mengekspresikan karya dan talenta seninya di sebuah pentas yang elegan. Terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, para sponsor dan tak lupa peran alumni Sastra Inggris,” kutip Eka Margianti Sagimin, M.Pd, Pembina Hima, Kemahasiswaan dan Alumni yang mewakili Djasminar di sela-sela acara.

Semoga acara ini, lanjut Eka, dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa Unpam khususnya Sastra dan dapat menjadi suguhan seni pagi para pecinta seni.  “Manfaat kegiatan seperti ini tentu untuk memberi ruang ekspresi kepada mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif mereka, menyalurkan bakat dan minat nya di bidang seni dan sastra,” ujarnya Eka yang juga dosen sastra Inggris.

Menurut Eka, apalagi di program study sastra Inggris ada mata kuliah Drama Performance di semester 6. Sehingga kegiatan ini bisa menjadi studi banding dan bekal para mahasiswa sebelum masuk semester 6. “Teater Patri ini grup internal kampus lho. Harapan kami, ke depan agar acara ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa dalam berkarya,” tutup Eka. (rin/lin)

9 KOMENTAR

  1. wah keren banget acaranya! semoga bisa menginspirasi banyak orang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sastra.

  2. Sepertinya ada salah paham. Pertama, teater patri adalah internal kampus yang masih dalam naungan HIMA Sasing sebagai program. Di sisi lain kami dari teater patri juga punya tujuan untuk membetuk teater patri menjadi UKM kampus di bidang seni pertunjukan sebagaimana mana mestinya kampus lain yang memiliki wadah untuk para mahasiswanya sendiri. Seharusnya pihak pembina tahu betul apa maksud dan tujuan terbentuknya teater patri dan acara sound of arts, namun yang tertulis di atas terlihat seakan-akan memberi kesan bahwa teater patri terbentuk dari luar walaupun ada kata “alumni”. Hence, please be careful about what you’ve got and what write. Authentic data is critically important to avoid misunderstanding.

LEAVE A REPLY