Dr. H. Abdullah Hehamahua atau akrab disapa Dullah (71 th) berdiri diatas motor dengan lantang berorasi. Badannya yang uzur dipegang oleh laskar dan relawan. Tapi semangatnya mengalahkan usianya Emak-emak menangis melihatnya.

Beliau ini sudah sepuh, tapi tak pernah absen di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK) kawasan Patung Kuda, Jakara Pusat.

Untuk siapa beliau turun gunung berjuang? Untukmu! Untuk masa depan anak cucu Indonesia. Beliau tak rela melihat Indonesia semakin terpuruk dan terjajah. Demi Agama dan Bangsa, beliau hadir lagi Rabu pagi (26/6/2019)di tempat dan tujuan yang sama.

Yaitu mengawal sidang gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon presiden dan wakil presiden (Capres cawapres) Prabowo-Sandiaga Uno.

Sebelumnya pesan berantai sudah memberi semangat dari  pemimpin dan pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengajak rakyat Indonesia untuk turun ke jalan mengawal persidangan MK, mulai Rabu (26/6/2019).

Seruan aksi ini dicetuskan Habib Rizieq lewat sebuah video yang diposting di akun Youtube Front TV. Video dipublikasikan pada tanggal 23 Juni 2019.

“Kami baik dari Front Pembela Islam, maupun GNPF, begitu juga dari gerakan alumni gerakan 212 mengajak seluruh umat se-Indonesia untuk ayo turun beramai-ramai, turun bersama-sama, turun sebesar-besarnya untuk kita selalu mengawal setiap sidang Mahkamah Kosntitusi,” kata Habib Rizieq.

Ia juga menyampaikan belasungkawa untuk petugas Pemilu yang dikatakan meninggal dunia secara tidak wajar. “Segenap Umat Islam gelar TAHLIL AKBAR 266 di MK untuk lebih dari 500 Petugas Pemilu yang wafat secara tidak wajar tanpa diotopsi dan 10 Syuhada yang dibunuh secara sadis dan biadab oleh aparat, 4 di antaranya adalah anak-anak,” dalam keterangannya.

Habib Rizieq berharap jika hakim MK membuat keputusan yang adil dan benar. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan aksi damai dan tertib di wilayah MK. “Mahkamah Konstitusi tidak memutuskan kecuali keputusan yang adil, yang benar, yang betul-betul memenuhi rasa keadilan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.”

“Teristimewahnya hari Rabu tanggal 26 Juni 2019 insya Allah kami seluruh aktivis Front Pembela Islam, GNPF ulama dan seluruh elemen PA 212, ormas-ormas Islam maupun kebangsaan, Insya Allah kami akan turun bersama-sama, besar-besaran pada tanggal 26 Juni untuk sama-sama melakukan aksi super damai, yang tertib yang disiplin, yang bersih yang santun yang ramah yang aman dan nyaman disekitar wilayah lokasi Mahkamah Konstitusi RI,” katanya.

Jurubicara PA 212 Novel Bamukmin menegaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab jika ada aksi massa di luar jadwal itu. Aksi massa PA 212 akan digelar di depan gedung Bawaslu, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Meski begitu, Novel memastikan diri akan hadir dalam aksi massa 25-28 Juni 2019.  “Untuk PA 212 kita fokus tanggal 26. 27-28 silakan elemen atau ormas lain ambil bagian, kan banyak dari alumni 212 dari berbagai ormas silakan. Tetapi kita dari sekarang juga hadir, kan kita ambil bagiannya sebagai penyelenggara tanggal 26,” ucap Novel Bamukmin kepada rmol, Senin (24/6).

Aksi massa PA 212 hari Rabu nanti sesuai surat pemberitahuan yang telah diajukan ke Polda Metro Jaya. “Artinya kita bertanggung jawab tanggal hari itu, surat pemberitahuan itu juga sudah kita sampaikan ke polisi,” katanya.

Ia memperkirakan ada ratusan ribu orang dari berbagai daerah akan hadir dalam aksi massa PA 212. “Seperti biasanya alumni-alumni 212 itu mereka yang intinya yang hadir itu Jabodetabek, Jabar dan Banten. Kalau untuk perkiraan kita saat ini ya karena hari kerja mungkin ratusan ribu,” tuturnya.

Novel menambahkan, jadwal aksi massa PA 212 sengaja dipercepat untuk mengantisipasi kejadian seperti pengumuman hasil Pilpres 2019 pada 21 Mei lalu. “Untuk mengantisipasi dipercepat pula pengumuman hasil sidang MK itu. Jadi kita mengantisipasi tanggal 26, kalau kita ngambil tanggal 28 takutnya sudah selesai seperti tanggal 21-22 ternyata masuk 21 malam sudah diumumkan,” paparnya.

Namun jika putusan sengketa Pilpres dibacakan sesuai jadwal, maka tanggal 28 Juni akan menjadi puncak aksi massa PA 212.

Kalau MK enggak ngelantur seperti KPU mengambil langkah yang lebih cepat mengumumkan hasil persidangannya bisa jadi tanggal 28 puncak, bisa jadi sampai jutaan orang itu kalau memang itu MK sesuai jadwal. Tapi kalau gak sesuai jadwal mungkin puncaknya tanggal 26,” pungkasnya.

Pesan berantai lain berupa komentar atau semacam opini dari anggota medsos Whatsapp (WA) yang mengaitkan berita di atas dengan judul: Renungan malam Lendo Novo Sobat malam. Isinya sebagai berikut:

2 pilar demokrasi telah runtuh di negeri ini.

Dalam sejarah dunia terdapat 2 pilar demokrasi yang dianggap penting yaitu :

  1. Mahasiswa.
  2. Jurnalis.

Saat ini kedua pilar demokrasi telah runtuh termakan zaman. Mahasiswa sibuk dengan gadgetnya, sedangkan Jurnalis sibuk mempertahankan nafkahnya dengan menjual diri kepada pemilik modal.

Di sisi lain telah lahir pilar demokrasi baru yang sejak dahulu tidak pernah diperkirakan akan menjadi motor penggerak perubahan? Siapakah itu :

  1. Ulama.
  2. Emak-Emak.

Fenomena ini sangat menarik untuk dicermati, kenapa demikian? Karena kedua kelompok pembaharu ini sejak dahulu fokus menekuni tugas domestiknya yaitu berdakwah dan mengurus rumah tangga.

Pertanyaannya adalah kenapa mereka harus keluar dari zona domestiknya? Masalah apa yang memaksa mereka harus “turun gunung”?. Pertanyaan ini terus bergelayut di benak setiap orang.

Kita semua tahu bahwa setiap masalah timbul tidak dengan cara berdiri sendiri. Masalah timbul berdasarkan keterkaitan maupun keterhubungan antar masalah yang saling menguatkan dan pada akhirnya menimbulkan ledakan masalah.

Jika kita coba mengacu pada isu yang dibawa kedua kelompok dominan dari revolusi sosial yang terjadi di negeri ini, kita akan menemukan 2 kata kunci :

  1. Ideologi (yang diserukan oleh kaum ulama).
  2. Masa Depan Anak-Cucu (yang diserukan oleh kaum emak-emak).

Sekilas terlihat kedua tema gerakan tersebut berbeda latar belakang pemikirannya, tetapi memiliki tujuan akhir bersama yaitu : Rahmatan lil Alamin (ramah terhadap manusia dan alam semesta).

Ulama menginginkan kehidupan beragama kembali harmoni, sedangkan Emak-Emak menginginkan kehidupan yang sejahtera bagi anak cucunya.

Pertanyaannya kemudian, patutkah mereka memperjuangkan harapan dengan resiko mati atau dipenjara? Mereka berdua meyakini bahwa yang mereka perjuangkan merupakan jalan jihad sesuai perintah-Nya. Tidak ada pilihan yang lebih luas, kecuali memilih mati syahid atau hidup mulia.

Kedua kelompok ini merupakan kumpulan yang paling dicintai oleh umat manusia sepanjang kehidupan manusia. Yang satu menyeru pada kebenaran yang satu menjaga keluarga.

Pada akhirnya kita semua harus menjaga kedua kelompok ini sebagai bentuk kasih sayang kita kepada mereka berdua yang begitu mencintai kita sepanjang hidupnya.

Kita tidak butuh mahasiswa ataupun jurnalis. Yang kita butuhkan adalah saling menyayangi dan mengasihi antara kita dengan para ulama dan emak-emak. Kita jaga mereka sekuat tenaga, kita berjalan bergandengan tangan bersama orang-orang yang kita kasihi untuk merebut kembali kehidupan yang Rahmatan lil Alamin.

Di susul anggota WA lain yang menimpali komennya,

Tolong beritahukan buat kawan2 yg ikut aksi damai di MK jangan pernah mau klu diwawancarai dng seseorang peserta yg kita tdk kenal / dipancing2 agar kita mengeluarkan kata2 caci maki kpd si Jae dan dia merekamnya hanya dng HP krn org tsb adalah intel2 yg berbaur, rekaman kita akan jd bukti mereka menangkap kita.

Demikian beritahukan yg lain tq selamat berjuang.

TERBARU, Persaudaraan Alumni 212 Mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar hadir di Sengketa Pilpres pada tanggal 25 – 27 Juni 2019. Kita berikan dukungan moral kepada 9 hakim MK, agar berani, jujur & adil profesional dan proporsional.

Prof. Dr. Mudzakir, SH, MH : Menghadiri Sidang sengketa pilpres di MK adalah hak konstitusional warganegara, bukan pelanggaran hukum. (lewat medsos youtube yang dishare ke medsos Whatsapp (WA)

Seorang anggota group WA Kiriman Moh Zailani meneruskan pesan berantai sbb

Mohon maaf beribu2 maaf klu kami menyampaikan hal ini

Wahai para warga Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor & sekitarnya, mohon maaf bila kami ingin sekali bertanya : “Kenapakah gerangan jumlah kalian menjadi sangat sedikit.. yang masih bersedia ikut serta hadir untuk mengawal sidang-sidang MK ?? ”

Padahal.. kami semua telah mengupayakan diri untuk datang dari daerah2 yg jauh dari luar jakarta, dan kami juga telah ikhlas dalam bersusah payah.. baik secara sendiri2, berkelompok ataupun rombongan, dgn mengorbankan waktu tenaga pikiran n biaya utk bisa ikut hadir dalam rangka mengawal sidang-sidang MK.

Ini semata karena ingin meraih cita-cita demi tegaknya demokrasi yang berdasarkan  kejujuran, keadilan dan kebenaran, untuk menjamin kelangsungan hidup dan kedaulatan NKRI tercinta. Mari kita bangkit dan satukan energi dan daya kekuatan bersama-sama, kita tunjukkan ghiroh / semangat dan pengorbanan dlm rangka perjuangan untuk agama, cinta tanah air serta bela NKRI.

Semoga tulisan ini bisa kita rembug dan kita teruskan ke pengajian2 dan perkumpulan2 warga, sbg upaya gotong royong dalam menambah jumlah peserta yg hadir di sekitar MK, termasuk meng antisipasi adanya kemungkinan dimajukannya pengumuman pemenang pilpres ??

Tunggu apa lagi..

Kita semua telah berikhtiar dgn berbagai jalan damai dan jujur..

” Ayo kita kobarkan semangat.. kita berjuang untuk tegaknya kejujuran, keadilan dan kebenaran.. kita juga amalkan Jihad Fi Sabilillah” bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk Prabowo, bukan untuk Sandiaga.. namun kita berjuang demi Agama, Negara dan anak cucu kita nanti.

Sarapan dulu …res area Km 123….Cirebon

Smoga Selamat sampai Jakarta….

3 Bus sudah masuk Krawang Barat….tinggal Rombongan saya 6 Bus istirahat dulu…ngopi

Sebuah aksi bertajuk ‘Halalbihalal Akbar 212’ akan digelar saat putusan sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi pada 25-28 Juni 2019. Meski, MK memutuskan membacakan putusan, Kamis (27/6).

Beberapa warga dari luar Jakarta direncanakan juga ikut hadir. Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) KH Solachul Aam Wahib Wahab alias Gus Aam mengatakan, sebanyak 11 ribu pendukung Prabowo-Sandi dari Jawa Timur siap berangkat ke Jakarta. Mereka terdiri dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan relawan Prabowo-Sandi.

“Jadi insyaallah sekitar 10 ribu dari PA 212, yang dari relawan Jatim insyaallah 1.000 (orang),” kata Gus Aam saat dihubungi, Senin (24/6).

Gus Aam menyebut mulai hari ini sudah ada beberapa pendukung yang berangkat ke Jakarta. Mereka pergi dengan menggunakan transportasi umum hingga kendaraan pribadi. “Kalau mulai berangkat mulai hari ini, kebanyakan naik mobil sendiri. Ada naik kereta, data detailnya agak sulit. Yang pasti relawan 02 itu kurang lebih 1.000 yang di Jatim,” ujar Aam.

Menurutnya, para pendukung yang berangkat ini tersebar dari berbagai daerah di Jatim, dan tak terpusat seperti aksi 22 Mei lalu. “Ada yang naik bus juga ada, cuma enggak seperti kemarin. Dikoordinir cuma enggak seperti kemarin, kemarin kan banyak yang naik bus, kereta, kalau sekarang lebih tersebar,” terangnya.

Gus Aam sudah berada di Jakarta bersama sejumlah kiai dari beberapa hari lalu. Ia berharap seluruh hakim Mahkamah Konstitusi dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya atas sengketa pilpres ini.

“Kita hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada hakim MK. Agar beliau bisa menegakkan kebenaran, keadilan, sehingga hasil dari keputusannya itu betul-betul dari hatinya,” ungkap dia.

Sebelumnya, MK akan memutuskan putusan sengketa ini pada Kamis (27/6), atau maju satu hari dari jadwal awal pada 28 Juni. Personel kepolisian juga akan merazia kendaraan yang berasal dari luar Jakarta dan hendak mengikuti aksi halalbihalal di depan Gedung MK.

Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Nasir mengimbau:

* disesuaikan waktunya

Panjatkan dengan penuh keyakinan. Karena senjata kaum mu’min ini adalah doa nya.

Semoga Allah menjaga langit dan bumi Negara Indonesia dari kekuatan jahat.

DOA MENJELANG PENGUMUMAN KEPUTUSAN MK

Yang berkenaan mohon di-aamiinkan, cukup dalam hati saja……

Menjelang ditetapkannya keputusan MK

Yuuk kita berdo’a ….

Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad…..

Bismillahirramanirrahim…..

Wahai zat yang tidak pernah bosan mendengar rintihan setiap hamba,

Yang mengetahui setiap kejadian,

Yang mendengar setiap do’a,

Yang mengabulkan setiap permintaan,

Wahai Rabb yang mampu mengubah setiap keadaan,

Hari ini hamba bersimpuh malu di hadapan-Mu,

Karena begitu banyak ni’mat yang Kau beri namun dosa hamba kian hari makin bertambah,

Ya Allah hamba sadar, bahwa diri ini berlumur dosa,

Tapi hamba yakin bahwa Engkau tak pernah menutup pintu rahmat-Mu,

Engkau tau ya Allah bahwa pilpres bukan sekedar pemilihan presiden,

Namun titik tolak sebuah gelombang besar pertarungan antara haq dan bathil,

Engkau tau ya Allah mana yang terbaik buat hamba-Mu,

Tak ada daya dan upaya bagi hamba kecuali dari-Mu,

Kami hanya bisa berikhtiar dengan karunia-Mu,

Sungguh keputusan adalah hak-Mu,

Namun hamba menghiba agar jangan Engkau biarkan ummat sebanyak ini dipimpin oleh orang2 yg memusuhi Islam,

Jangan Engkau biarkan kami dipimpin oleh orang yang tak mempunyai rasa takut kepada-Mu,

Hadirkan ya Allah di negri ini pemimpin yg mencintai-Mu dan dicintai oleh-Mu,

Yang mencintai rakyatnya dan dicintai rakyatnya,

Kepada-Mu ya Allah kami serahkan segala urusan,

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ دِيْنَكَ وَ أَطْهِرْ أَوْلِيَاءَكَ وَ اخْزِ أَعْدَاءَكَ فِى عَافِيَةِ لِأُمَّةِ مُحَمَّد ﷺ

“Ya Allah, muliakanlah agama-Mu, menangkanlah para kekasih-Mu, dan kalahkanlah musuh-musuh-Mu demi kebaikan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”

YAA ROBB HANCURKAN DAN KACAU BALAUKANLAH SYSTIM KECURANGAN MRK.

SERTA JADIKAN MRK  SALING MENZOLIMI SEBAGAIMANA MRK MENZOLIMI UMAT ISLAM

Yaa Allah selamatkanlah negeri kami dr kehancuran dan kekacauan karna dipimpin oleh pemimpin yg jahil lagi zalim, yg suka bohong dan ingkar janji.

Yaa Allah turunkanlah kpd kami pemimpin yg Adil, Jujur, Cerdas dan Berani utk mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur, aman dan damai di bawah ridho dan rahmatMu, Yaa Allah.

Rabbana taqobbal minna du’aa anaa innaka anta samii’un ‘aliim.

Robbanaa aatinaa fii dunia hasanah wa fil akhiiroti hasanah waqinaa azaabannar.

Wa sholallahu alaa Nabiyinaa wa Rosulinaa Muhammadin wa alaa alihi wa sohbihii wa salim.

Aamiin aamiin aamiin yaa rabbal’alamin…!!!

Untuk Kemenangan Islam

 

WAG KAHMI Cilosary 17/Garuda Perkasa Nasional/WAG Rakyat Bergerak/ https://www.gelora.co/2019/06/11-ribu-orang-berangkat-dari-jatim.html

LEAVE A REPLY