Prosesi wisuda Institut STIAMI. foto: heryanto

Sejak berdiri 1983, Institut STIAMI dapat menyelenggarakan Prosesi Sidang Terbuka SENAT Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI hingga ke-37, wisuda periode Semester Genap Tahun Akademik 2018-2019 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (22/8/2019). Sebanyak 878 wisudawan dikukuhkan, terdiri dari Vokasi (226) Sarjana (555), dan pasca sarjana (97).

Rektor Institut STIAMI, Dr. Panji Hendrarso mengatakan,kegiatan wisuda adalah merupakan sebuah penanda bahwa proses pendidikan di sebuah perguruan tinggi berjalan dengan baik sesuai amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Di mana pendidikan tinggi merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan Nilai Humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan Bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

“Beberapa hari lalu, Bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, pada 17 Agustus 2019, yang tahun ini bertemakan “SDM Unggul Indonesia Maju,” ujar Panji dalam sambutannya.

Lulusan perguruan tinggi, nilai Panji, kompetitif dalam karakter sebagai pekerja keras, jujur, kolaboratif, solutif dan entrepreneurship dan lulusan perguruan tinggi juga harus kompetitif dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang menguasai the emerging skills, yang mampu mengisi the emerging jobs dan inovatif dalam membangun the emerging business.

“Tema ini berkolerasi dengan situasi yang akan dihadapi Bangsa Indonesia yang diprediksi akan mengalami masa Bonus  Demografi tahun 2030-2040, yakni jumlah penduduk usia produktif yang berusia 15 – 64 tahun  lebih besar dibanding  penduduk usia tidak produktif yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun,” terangnya.

Pada periode tersebut, lanjut dia, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen atau 190 juta penduduk, dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

“Bangsa Indonesia dapat memetik  manfaat maksimal dari bonus demografi tersebut dengan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yang  melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan apalagi dalam menghadapi keterbukaan pasar tenaga  kerja,” paparnya.

Tentunya, kata dia, ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam penyiapan sumber daya manusia yang kompetifif sesuai amanah undang-undang yang mensyaratkan pendidikan harus dapat menjadikan peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki  kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Institut STIAMI terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pendididikan untuk meningkatkan kompetensi lulusan dengan membekali pendidikan adab dalam kurikulum pembelajaran kepada seluruh mahasiswa sehingga lulusan Institut STIAMI tidak hanya memiliki kompetensi intelektual, namun juga memiliki kompetensi karakter yang memliki akhlak mulia dan budi pekerti yang baik,” paparnya.

Dan tidak hanya itu, pihaknya juga membekali mahasiswa untuk  memiliki semangat bela negara dan cinta tanah air melalui pemberian mata kuliah Pengantar Perpajakan. “Ini diharapkan dapat membangun kesadaran mahasiswa bahwa membayar pajak adalah sebuah sikap bela negara atau cinta tanah air karena pajak saat ini telah menjadi instrumen utama pembiayaan pembangunan nasional,” imbuhnya.

Institut STIAMI mengajak seluruh wisudawan selalu berpegang teguh kepada Nilai-Nilai Ketuhanan, Nilai-Nilai Kemanusian, Nilai-Nilai Persatuan, Nilai-Nilai Musyawarah dan Nilai-Nilai Keadilan dalam kehidupan berbangsa  dan bernegara.

“Tak lupa untuk selalu menjaga marwah almamater dengan menjadikan nilai-nilai Ibadah, Integritas dan Inovasi sebagai budaya yang menggerakan perilaku sehingga bisa memberikan kemanfaatan dan menjadi role model dalam kehidupan di masyarakat.  Tegak luruslah dalam setiap ketentuan yang ada, insya Allah ketenangan dan kebahagiaan menjadi hak anda,” ajaknya.

Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk mendukung upaya pengembangan karakter bangsa (Nation Character Building) dan terciptanya iklim akademik yang berbasis kemampuan leadership dan entrepreneurship serta berpegang kepada nilai-nilai moral etika.

Proses peningkatan mutu kegiatan pembelajaran yang ditunjang oleh kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan ini juga, kami akan menyampaikan  program-program yang telah dilaksanakan sebagai implementasi dari Renstra Institut STAMI periode 2015-2019, yaitu :

Pencapaian yang telah kami lakukan, tidaklah sebanding dengan usaha gigih dari para Founding Fathers dan pejuang kemerdekaan bangsa kita yang telah dengan kerelaan mengorbankan tenaga, harta dan nyawa.

Adalah sebuah pengkhianatan terhadap apa yang telah mereka perjuangkan apabila kita sebagai generasi selanjutnya, menyia-nyiakan anugerah kemerdekaan tersebut dengan melakukan tindakan eksploitasi kekayaan alam tanpa memperhatikan aspek rehabilitasi lingkungan.

Kapitalisasi ekonomi melalui penguasaan ekonomi oleh segelintir kelompok tertentu, perilaku koruptif yang mendegradasi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, kehidupan hedonis yang menghilangkan kekerabatan sosial dan sekat-sekat primodial yang mengurangi semangat kebangsaan. (lin)

LEAVE A REPLY