Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019). Prabowo-Sandiaga menyampaikan pidato kebangsaan dengan tema "Indonesia Menang" yang merupakan tagline visi dan misinya. foto: internet beritasatu,.com

Kubu pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkeyakinan calon presiden (capres) nomor urut 01, tidak punya bukti atas pernyataannya soal konsultan asing dan Propaganda Rusia.

Sekretaris jenderal (Sekjen) Relawan Prabowo Sandi Digital Team (PRIDE) Taufik Hidayat menantang petahana beserta timnya untuk membuktikan pernyataan tentang propaganda Rusia.

“Ini Pilpres harus bermutu. Bukan dengan cara menyerang yang tidak mendasar. Kami menyayangkan Joko Widodo begitu mudah mempercayai kabar hoax hanya berdasarkan meme yang viral tentang beberapa nama asing yang membantu pemenangan pasangan capres Prabowo Sandiaga,” ujar Taufik di Jakarta, Kamis (7/2).

Seperti diketahui, istilah propaganda Rusia diucapkan Joko Widodo saat bertemu relawan di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/02). Kemudian beredar dalam poster (meme) yang terdapat nama Anthony Leong yang juga koordinator PRIDE. Sementara Anthony Leong merupakan lulusan Lemhanas.

Jokowi tidak merinci siapa pihak yang dimaksud. Dia hanya mengatakan bahwa konsultan asing itu menggunakan propaganda ala Rusia di Pilpres 2019. Propaganda Rusia itu sendiri, menurut Jokowi, yakni menyebarkan kebohongan sehingga membuat masyarakat menjadi ragu.

“Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, enggak peduli,” kata Jokowi saat itu.

Pidato ‘propaganda Rusia’ itu pun menuai protes, salah satunya dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia. Mereka menegaskan Rusia tidak dalam posisi mencampuri politik dalam negeri Indonesia. “Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” cuit Kedubes Rusia untuk Indonesia melalui akun twitter resmi mereka, Senin (4/02).

“Seorang calon presiden yang juga Presiden Indonesia percaya berita hoax dan menyampaikan kepada publik tanpa dasar dan fakta. Konyol sekali dan memalukan negara dengan membawa negara asing Rusia. Kami melihat Pak Jokowi hanya menyebut poster yang viral itu,” kritik Taufik.

Taufik juga menyoroti bahwa Jokowi mempercayai berita hoaks dan turut menyebarluaskannya untuk menakut-nakuti masyarakat salah satunya adalah tentang meme yang viral tentang beberapa nama asing yang membantu pemenangan. “Dalam poster tersebut terdapat nama Anthony Leong yang juga Koordinator PRIDE,” keluhnya. (rmo/lin)

 

Sumber: www.islampos.com

LEAVE A REPLY