Kantor layanan baru Bank DKI di salah satu pasar milik PD Pasar Jaya. foto: dok humas Bank DKI
Bank DKI menambah empat kantor layanan baru di pasar-pasar. Keempat kantor tersebut dibuka di Pasar Malabar, Pasar Cileungsi, Pasar Muara Karang, dan Pasar Cipinang Elok, Jakarta.
Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI Priagung Suprapto mengatakan, Peresmian ke empat kantor layanan secara terpusat di Pasar Malabar. Menurut Priagung, selama tahun 2018 Bank DKI membuka empat kantor serupa di pasar.
“Penambahan empat kantor layanan baru ini sebagai upaya merealisasikan salah satu misi kami, yaitu untuk menjadi bank pilihan bagi sektor UMKM,” ujar Priagung, dalam rilis Humas, Jumat (2/10).
Antara lain, rinci Priagung, di Pasar Baru Bantar Gebang, Pasar Kranggan Mas, PGC Cililitan dan ITC Depok. Sehingga total kantor Bank DKI yang ada di pasar sebanyak 79 kantor layanan dari total 279 Kantor Layanan yang dimiliki Bank DKI.
Priagung mengungkapkan, sampai dengan akhir 2018 pihaknya akan menambah lagi 12 layanan di pasar dan di rusun-rusun kelolaan Pemprov DKI Jakarta. Priagung menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi permodalan bagi para pelaku UMKM.
Yaitu dengan adanya produk kredit Mikro Monas 25, 75, dan 500 dengan plafon dari Rp 25 juta hingga Rp 500 juta. Sejak awal Oktober ini pihaknya juga sedang menggelar Program Promo Pasar di limaa lokasi pasar yaitu Pasar Induk Kramatjati, Pasar Tanah Abang Blok A, B, dan F, Pasar Cipulir, serta Pasar Senen Blok 1-6.
“Kami berikan kemudahan proses persetujuan kredit satu hari disertai promo gratis asuransi, gratis administrasi, dan gratis biaya survey,” tegas Priagung.
Dikatakan, pihaknya bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta pada Program Kewirausahaan Terpadu. ”Bagi mereka yang baru merintis usahanya, Bank DKI menyediakan produk Monas Pemula yang merupakan fasilitas permodalan untuk modal usaha maupun investasi dengan plafon sampai dengan Rp10 juta dengan bunga yang kompetitif,” cetusnya.
Priagung mengatakan, sampai dengan September 2018, Bank DKI menyalurkan kredit mikro sebanyak Rp 620 miliar. (lin)

LEAVE A REPLY