Direktur Retail Sarinah Lies Permana Lestari

PT Sarinah akan meluncurkan aplikasi e-Commerce sebagai salah satu media penjualan produk serta pendekatan langsung ke konsumen. Untuk promosi, Sarinah masih mengandalkan platform marketplace lain seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Direktur Retail Sarinah Lies Permana Lestari mengungkapkan, situs SarinahOnline.co.id telah diperkenalkan lewat soft launching pada 29 Desember 2017 lalu. Situs e-commerceSarinah saat ini dalam tahap penyempurnaan. Oleh karena itu, Sarinah bekerja sama terlebih dahulu dengan tiga marketplace ternama untuk belajar sekaligus promosi.

“Setelah triwulan pertama akan kami grand launching, sekaligus kami luncurkan aplikasi digitalnya. Nantinya, Sarinah akan mengutamakan kolaborasi dengan BUMN lainnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Selain penjualan produk Sarinah, aplikasinya akan menyediakan tiket pesawat, tiket kereta, dan pesanan makanan. Kita mendekatkan diri lewat perilaku konsumen,” ujar Lies di sela-sela ikut mendampingi Dirut PT Sarinah di Kementerian BUMN, Medan Merdeka, Jakarta, Senin (12/3).

Toko online Sarinah sebagai pendatang baru, lanjut Lies, mesti observasi penjualan produk dan sistem yang efektif. Alasannya, karakteristik pembeli online dan offline berbeda. Produk yang dijual Sarinah juga masih berkaitan dengan ekonomi kreatif seperti kerajinan, busana, dan furnitur. “Dua bulan, animonya cukup baik,” ujar Lies.

Baca : Sarinah Siap Jualkan Produk Kopi PTPN XII, Akan Jadi Pesaing Brand Internasional

Selain merambah bisnis digital, Sarinah juga akan lebih mengembangkan bisnis perusahaan ke perdagangan antarnegara. Sarinah misalnya, bakal membuka kantor representasi dengan skema kolaborasi dengan rekanan lokal di Mekah, Saudi Arabia dan Tokyo, Jepang.

Dirut PT Sarinah Gusti Ngurah Putra Sugiarta Yasa menyebut, tujuan pembukaan gerai di luar negeri itu adalah mendongkrak ekspor produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM). “Kami lagi kerjakan, mudah-mudahan tercapai di semester I tahun ini. “Banyak UKM yang menitipkan produk makanan dan minuman seperti sambal dan keripik. Kita kemas dan tawarkan agar menjadi salah satu komoditas ekspor,” katanya. (lin)

LEAVE A REPLY