Juara Dunia Atletik U-20 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/7) malam langsung mendapat hadiah uang dari Kemenpora sebesar Rp. 250 juta dan emas 1 kilogram dari BUMN Pegadaian

Sambutan luar biasa dari ratusan jurnalis berbagai media massa dan media sosial yang menunggu dari sore hingga tengah malam di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta membuat Juara Dunia Atletik U-20 Lalu Muhammad Zohri terharu menitikkan air mata.

Putra Nusa Tenggara Barat (NTB) itu baru saja menjejakkan kaki di tanah air Indonesia, dan langsung mendapat kalungan bunga dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Terminal 3 Kedatangan Luar Negeri Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (17/7) tengah malam.

Usai prosesi penyambutan, Zohri langsung menuju Hotel Century Senayan Jakarta diajak satu mobil dengan Menpora Imam Nahrawi. Setelah mengikuti serangkian acara penyambutan termasuk melayani beberapa pertanyaan wartawan dalam konfrensi pers, Zohri bersama pelatih langsung menuju mobil bersama Dubes Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman, pelatih, dan pengurus PASI. Disusul oleh Menpora yang berpamitan dengan rekan-rekan media.

“Sudah ya cukup, saya mau mengantarkan Zohri sampai ke hotel. Dia adalah pahlawan bagi bangsa ini, oleh karenanya saya ingin mengantarnya hingga hotel. Insyallah rencana hari ini akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Menpora.

Raut bahagia memang terlihat dari wajah seorang Zohri ketika mendapat sambutan yang luar biasa. Bahkan ketika dia mendangar akan mendapatkan hadiah pembangunan rumah dari Presiden Jokowi, Zohri langsung meneteskan air mata.

“Saya tidak menyangka mendapat sambutan seperti ini. Untuk penghargaan pembangunan rumah, saya masih banyak kenangan dengan rumah itu, terutama ketika mengenang ibu dan bapak saya. Terima kasih kepada semuanya yang telah menyambut saya,” katanya dengan meneteskan airmata.

Pria kelahiran 1 Juli 2000 di Lombok, NTB, anak ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad ini kehilangan ibundanya sejak bangku Sekolah Dasar (SD) dan setahun yang lalu ayah tercintanya meninggal dunia. Saat ini ia hanya bersama dengan saudara-saudaranya, Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti di kediaman sederhana di Lombok Utara.

Tahun 2017 Zohri bergabung dengan Pelatnas dan sejak saat itu ia sering mengikuti berbagai ajang perlombaan dan tampil sebagai kampiun yang pada puncaknya menjadi anak muda tercepat setelah mencatatkan waktu 10,18 detik pada nomor 100 M Kejuaraan Dunia Atletik Junior di Tempere, Finlandia beberapa hari lalu.

Prestasi ini dianggap luar biasa karena mampu menyingkirkan favorit juara, peringkat kedua dan ketiga yang ditempati pelari Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

Berdasarkan catatan resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF), dalam 32 tahun penyelenggaraan, ini sejarah baru Indonesia dalam even ini setelah tahun 1986 hanya mampu peringkat 8 babak penyisihan. “Saya bangga bisa membuat sejarah di sini. Ini sangat luar biasa bagi saya, saya bersyukur kepada Allah,” katanya sambil meneteskan air mata. (trigan)

Catatan Prestasi Zohri

Juara 1 Kejuaraan Nasional PPLP (Pusan Pendidikan dan Latihan Pelajar) nomor 100 meter (10,25 detik)

Medali emas Kejuaraan Atletik Asia Junior nomor 100 meter (10,27 detik) di Gifu, Jepang.

Medali emas Westwood Rafer Johnson & Jackie Joyner-Kersee Invitational nomor 100 meter (10,36 detik) di Amerika Serikat.

Medali perak Test Event Asian Games 2018 nomor 100 meter (10,32 detik).

Medale emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 nomor 100 meter (10,18 detik) di Tempere, Finlandia.

LEAVE A REPLY